Trik Ilija Spasojevic Atasi Lapangan Keras

Komentar()
Adidas
Butuh tantangan sendiri menaklukkan lapangan Indonesia yang terkenal keras. Apa kiat Ilija Spasojevic mengatasinya?

Bagi pemain yang berposisi sebagai penyerang, Ilija Spasojevic membutuhkan sepatu yang nyaman. Apalagi tugas utama striker adalah mencetak golyang kerap menentukan hasil pertandingan. Pilihan sepatu pun tidak boleh sembarangan.

Sepatu yang dipakai Spaso, sapaan akrab pemain 31 tahun itu, adalah adidas X 19.1. Silo itu diluncurkan pada 2015 dan sejak saat itu pula Spaso aktif menggunakannya untuk meneror pemain lawan. Memang, sepatu adidas X diciptakan menyerupai bentuk kaki sehingga sangat cocok untuk bermanuver dan menggiring bola. 

“Sangat nyaman menggunakan separtu adidas karena inovasi yang mereka lakukan sangat cocok untuk kebutuhan saya,” tegas Spaso.

Kecocokan itu telihat saat Spaso kembali ke Indonesia usai berpetualang di liga top tier Malaysia bersama Melaka United. Dia bergabung dengan Bhayangkara FC dan mampu mencetak 13 gol plus dua assist meski tampil separuh musim. Spaso pun menjadi salah satu pilar penentu gelar juara Bhayangkara di Liga 1 2017.

Selain skill yang mumpuni, aksi Spaso menghujam gawang lawan juga terpengaruh dengan kenyamanan yang ditawarkan adidas X. Sepatu dengan bahan sintetis ini memang didesain untuk pemain yang mengandalkan kecepatan. Tak hanya itu, para pemain seperti Karim Benzema, Gareth Bale, hingga Mohamed Salah, yang gemar mengandalkan lari dalam permainannya tidak akan kehilangan kemampuan finishing dengan fitur yang dimiliki adidas X.

"Sebagai target man, adidas X sangat tepat untuk saya," kata Spaso menegaskan.

"(Bermain bola) Bukan hanya tentang sepatu, namun juga permukaan tanah tempat bermain. Biasanya semua sepatu adidas sangat nyaman digunakan meskipun terkadang bermain di Indonesia memiliki tantangannya tersendiri, yaitu permukaan tanah yang keras," sambungnya.

Tak pelak, adidas X menjadi bagian dari Spaso yang hingga pekan ke-15 Liga 1 musim ini sudah melepaskan 39 tembakan dengan 12 di antaranya tepat sasaran untuk Bali United. Konversi 50 persen atau enam gol dicatat Spaso dari jumlah tembakan akurat tersebut.

Pemain yang mengantungi paspor Indonesia sejak dua tahun lalu itu masih memendam keinginan lain.

"Sepatu adidas silo lain yang ingin saya jajal? Predator. Seperti halnya sepatu yang digunakan Zinedine Zidane dan David Beckham saat masih berkarier sebagai pemain. Akan sangat keren kalau saya bisa menggunakan sepatu itu," ujar Spaso.

Kalau Spaso hanya bisa membayangkan memakai silo Predator, Satria Tama bisa dijadikan referensi. Memang Predator yang dipakai kiper Madura United itu bukan lah seri klasik seperti yang digunakan Zidane atau pun Beckham. Namun, kenyamanannya boleh diadu. Predator dikenal sebagai sepatu yang terbuat dari kulit dengan tipikal penampilan kekokohan dan stabilitas.

Tama memiliki kesan tersendiri karena sejak menggunakan Predator tiga tahun lalu, penampilannya terus meningkat hingga dipercaya membela timnas Indonesia di ajang SEA Games 2017 di Kuala Lumpur.

"Saat pertama kali menggunakan Predator, saya merasa sangat antusias. Bukan hanya bentuk dan bahannya yang sangat bagus, namun juga sangat nyaman saat digunakan," bilangnya.

"Saya menggunakan produk adidas sudah lumayan lama, tetapi secara spesifik saya sudah memakai Predator sejak  2016. Menurut saya, adidas Predator sangat nyaman untuk bentuk kaki saya. Plus, mendukung performa saya sebagai kiper. Desain dan materialnya juga sangat bagus."

Pengaruh Predator pada penampilan Tama adalah pada desain outsole dan insole yang berbeda dengan sepatu lain. Termasuk keberadaan collar yang memberikan perlindungan engkel.

"Sebagai pemain tentu saya sangat terbantu dengan desain yang pas di kaki dan perlindungan pada engkel," sambung pemain asal Surabaya itu. 

"Predator melindungi keselamatan kaki saya karena kiper menggunakan engkel sebagai tumpuan untuk jatuh. Sementara, lekukan sepatunya dapat membantu passing dan long pass yang lebih akurat."

Satu hal yang berbeda dari Tama dibandingkan pemain lain adalah pemakaian sarung tangan dengan warna serupa. Ternyata, hal itu memang sengaja dia lakukan untuk menunjang penampilannya.

"Pengaruhnya lebih kepada kepercayaan diri, sehingga jika itu (warna sama) saya lakukan, saya merasa sangat siap untuk bertanding," tutup pemain 23 tahun itu.

 

Tutup