Pelatih Persik Kediri Javier Roca masa bodoh dengan kartu merah yang diterimanya di laga kontra Borneo FC. Ia menyebut paling penting adalah memastikan kondisi kiper Adi Satryo, baik-baik saja.
Roca diusir wasit karena berlari ke tengah lapangan pada menit ke-85. Ia melakukan tindakan tersebut karena terjadi insiden antara Adi dengan Kei Hirose.
Hirose menendang wajah Adi, saat terjadi perebutan bola di dalam kotak penalti. Akibatnya, penjaga gawang berusia 20 tahun tersebut tidak sadarkan diri dan langsung dibawa ambulans ke luar lapangan untuk mendapat perawatan di rumah sakit.
Kejadian yang bisa berakibat fatal tersebut memicu emosi para pemain Persik sehingga sempat terjadi adu dorong dengan pilar Borneo FC. Wasit pun memberikan kartu merah kepada Hirose dan Roca.
"Tak masalah saya dikasih sepuluh kartu merah oleh wasit. Yang penting, pemain saya bisa selamat. Saya mohon maaf kepada suporter Persik. Saya berlari ketika Adi masih belum sadar. Kami semua dilanda kepanikan," kata Roca.
Pertandingan Persik kontra Borneo FC, tuntas dengan skor 1-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (8/1). Macan Putih sempat unggul lebih dulu sebelum Boaz Solossa menyamakan kedudukan pada masa injury time babak kedua.
Meski gagal menang, Roca menegaskan tidak masalah. Menurutnya, keadaan Adi yang paling utama dibanding dengan hasil dari pertandingan tersebut.
“Susah berbicara soal hasil pertandingan kalau satu nyawa dipertaruhkan. Kami bersyukur teman kami masih sadar di bawa ke rumah sakit," ucapnya.
“Tiga ataupun satu poin tidak pantas untuk semua pertandingan apa pun di dunia, karena itu tidak pantas untuk dibandingkan dengan satu nyawa,” ia menambahkan.
Kabar terbaru, menyatakan kalau Adi sudah sadar. Hanya saja, Persik masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk melihat seberapa parah cedera yang dialami mantan pemain PSS Sleman tersebut.
