Addison AlvesDok. Pribadi Addison Alves

Banting Setir Jadi Pelatih, Addison Alves Ingin Tangani Klub Indonesia

Mantan striker Persija Jakarta dan Persipura Jayapura, Addison Alves tetap menggeluti dunia sepakbola meski telah memutuskan gantung sepatu.

April lalu, Addison memutuskan pensiun sebagai pemain pada usia ke-38 tahun dan meninggalkan persaingan di Liga 1 Indonesia demi fokus menyelesaikan kursus kepelatihan.

Bekas pemain asal Brasil tersebut memang tak bisa jauh dari sepakbola. Selain mulai menekuni bisnis konveksi, Addison juga menyiapkan babak baru dalam kariernya di dunia olahraga kulit bulat.

"[Hidup] ini terasa tenang, tapi pada saat yang sama Anda merindukan sepakbola," ungkap Addison kepada Goal Indonesia.

"Saya menjalani momen bagus sebagai seorang pemain, tapi ada waktunya tubuh ini meminta untuk berhenti. Setelah itu saya lebih suka meninggalkan sepakbola, sebelum sepakbola meninggalkan saya. Anda harus bijaksana."

Addison Alves - Persija vs Song Lam Nge AnMedia Persija

Menjadi seorang pelatih diyakini Addison, yang lahir di Brasilia, sebagai sebuah jalan hidupnya, karena ia merasa talenta tersebut sudah ada pada dirinya bahkan ketika masih muda.

"Saya terlahir sebagai seorang pelatih, tapi sebelum itu saya harus menjadi seorang pemain," katanya. "Sebuah proses penting bagi mereka yang ingin memulai sebagai seorang pemimpin suatu kelompok."

"Saat saya berusia 14 tahun, saya punya satu tim sepakbola tempat saya bermain dan pada saat yang sama saya membimbing para atlet untuk memainkan laga-laga persahabatan di kota-kota terdekat [dari kampung halamannya] di Brasil."

Addison sudah punya bekal untuk menjadi juru taktik, baik dari segi filosofi mau pun hal-hal yang berkaitan dengan nonteknis. Dalam persiapan langkah pertama menggeluti dunia manajerial, ia tak mematok ambisi muluk.

"Saya memiliki filosofi sepakbola sendiri, tapi di Asia sini setiap filosofi bisa disesuaikan kembali tergantung pada profil klub," lanjut eks pemain yang juga pernah berkostum PSIS Semarang dan Persela Lamongan tersebut.

"Itu dilakukan saat pertama kali menangani klub, pemain seperti apa yang Anda butuhkan untuk bekerjasama, Anda harus mempelajarinya untuk menerapkan taktik yang paling pas. Tapi impian saya adalah sebuah filosofi yang berbasis penguasaan bola dan dengan kombinasi permainan yang disukai oleh orang-orang ingin mendapat hiburan sepakbola."

Addison Alves - Persipura

"Tujuannya sederhana, agar tim yang saya latih bisa berubah menjadi seperti sebuah keluarga dan dari sana saya bisa mengoptimalkan performa olahraga mereka. Untuk itu, hal pertama yang dibutuhkan adalah para pemilik klub untuk memberikan kesempatan untuk mendemonstrasikannya, tanpa kesempatan maka saya tidak akan bisa membuktikan kemampuan saya sebagai seorang pelatih."

Saat ini, Addison menjalani tugas sebagai pelatih pribadi di Thailand, di mana ia juga pernah bermain untuk Osotspa Samut Prakan dan Siam Navy. Ia pun tak menutup kemungkinan untuk kembali ke Indonesia dengan kapasitas sebagai pelatih jika ada tawaran tepat yang datang.

"Niat saya adalah memulai [karier kepelatihan] di Indonesia atau Thailand, dua liga yang saya kenal dengan kesempurnaan dan budaya baik sepakbola mau pun negaranya," terangnya.

"Saya pernah empat tahun bermain di Indonesia dan dua tahun di Thailand, bagi saya itu adalah sebuah keuntungan karena saya baru saja meninggalkan sepakbola sebagai seorang pemain dan saya tahu kondisinyadengan sempurna bagi kebanyakan pemain."

Iklan
0