Bintang timnas Indonesia U-22 Marselino Ferdinan mengakui dirinya masih mudah kelelahan saat menjalani latihan, karena terus berusaha beradaptasi dengan cuaca di Kamboja.
Marselino sejak awal tahun ini berada di Belgia yang bertepatan dengan musim dingin. Saat bergabung dengan timnas U-22, cuaca di Indonesia dan Kamboja sedang panas. Bahkan ketika berada di Kamboja, temperatur bisa mencapai 38 derajat celcius.
Situasi itu bertolak belakang di Belgia yang sedang di musim semi. Temperatur di musim ini berkisar di antara sepuluh dan 15 derajat celcius. Marselino mengungkapkan, dirinya tidak ada masalah beradaptasi dengan tim. Hanya saja, cuaca masih memberikan pengaruh terhadap performanya.
Selain itu, perjalanan panjang yang harus ditempuh dari Belgia juga turut memberikan pengaruh. Kendati demikian, Marselino optimistis kebugarannya akan maksimal sebelum pertandingan perdana melawan Filipina, Sabtu (29/4).
“Hari pertama latihan yang pasti rasanya masih agak berat karena saya melewati perjalanan yang jauh dari Belgia ke Indonesia lalu ke Kamboja. Tapi saya merasa senang dan enjoy bisa kembali ke timnas,” kata Marselino dikutip laman resmi PSSI.
“Soal adaptasi, pertama dengan cuaca panas sangat menyengat di Kamboja. Bagi saya sih lumayan, dan harus cepat adaptas dengan baik.
“Tapi saya lebih memilih adaptasi ke panas daripada adaptasi ke dingin. Badan saya oke 100 persen, tapi untuk (fisik) mungkin masih jetlag dalam artian sering (mudah) capek itu masih ada.”
Penggawa klub Belgia KMSK Deinze ini menambahkan, duel melawan Filipina tidak akan berlangsung mudah, mengingat itu merupakan pertadingan pertama. Marselino juga mengingatkan rekan-rekannya agar tidak memandang remeh tim besutan Rob Gier.
“Filipina tidak bisa dianggap remeh juga, meskipun sebagian besar mereka adalah (wajah) baru. Apalagi pertandingan pertama adalah laga penting untuk melanjutkan ke laga selanjutnya,” tukas Marselino.
Pada SEA Games 2023, Indonesia tergabung ke dalam Grup A bersama tuan rumah Kamboja, Filipina, Myanmar, dan Timor Leste.
