Gelandang Brighton & Hove Albion, Adam Lallana (32 tahun), membandingkan gaya bermain klub barunya tersebut dengan tim lamanya, Liverpool.
Lallana resmi bergabung ke Brighton dari Liverpool dengan status bebas transfer per akhir Juni lalu. Bersama The Seagulls, ia meneken kontrak hingga Juni 2023.
Lallana bukan pilihan utama manajer Jurgen Klopp sejak tiga musim terakhir. Meski begitu, ia tetap menerima medali saat Liverpool menjuarai Liga Primer Inggris musim 2019/20.
“Dalam hal cara bermain, mereka [Brighton] ingin mengamankan bola, mengontrol permainan, dan mendominasi penguasaan bola. Itu juga yang menjadi beberapa keunggulan saya,” ucap Lallana kepada media asal Inggris, Argus, Rabu (5/8).
“Saya antusias dengan gaya bermain seperti itu, tetapi kami tidak bisa hanya mengandalkan itu. Anda juga harus siap untuk melakukan tekel bersih dan memenangkan bola kembali.”




“Jika Anda menemukan racikan yang pas untuk bermain, baik dengan pun tanpa bola, itu adalah formula untuk melakukannya dengan baik.”
"Jika Anda lebih sering bermain dengan baik ketimbang sebaliknya, Anda akan memenangkan pertandingan dengan cara yang benar.”
“Ini seperti proyek dan butuh waktu untuk membangunnya. Saya melihat ini di Liverpool saat kami menjuarai liga pada musim kelima [Jurgen Klopp]. Ini seperti proses pengembangan fase demi fase.”
“Anda mungkin tidak bisa memenuhi target dalam semalam, tetapi jika Anda berpegang teguh pada hal itu, maka Anda akan bekerja di jalur yang tepat dan itu yang saya rasakan akan kami lakukan di sini, di Brighton,” pungkasnya.
Brighton menghuni EPL sejak mengamankan promosi pada musim 2016/17. Skuad arahan Graham Potter tersebut finis di urutan ke-15 dan ke-17 pada dua musim pertama di kompetisi kasta tertinggi.
Pada musim 2019/20, Brighton finis di peringkat ke-15 dengan koleksi 41 poin alias tujuh angka di atas zona degradasi.
