Pelatih Jepang Hajime Moriyasu lebih menaruh perhatian kepada Vietnam yang ditangani Philippe Troussier dibandingkan dua tim lainnya di Grup D Piala Asia 2023 mendatang.
Berdasarkan hasil undian, Kamis (11/5), Jepang tergabung bersama Vietnam, Indonesia, dan Irak. Moriyasu mengutarakan, dari ketiga calon lawannya itu, Moriyasu mengaku lebih mewaspadai Vietnam.
Hal itu disebabkan Troussier pernah menjadi menjalani karir di Jepang sebagai pelatih tim nasional di berbagai kelompok umur. Sejak 1998 hingga 2000, Troussier menangani tim U-20, U-23, dan senior.
“Di Vietnam ada Troussier, mantan pelatih tim nasional Jepang, dan saya pikir dia mengetahui Jepang dengan sangay baik. Jadi saya akan berusaha mengalahkan dia, dan kami bakal mempersiapkan tim dengan baik,” ujar Moriyasu.
Kendati demikian, Moriyasu tidak ingin memandang dua kontestan lainnya di Grup D, karena mereka dipastikan mempunyai motivasi tinggi menghadapi tim Samurai Biru.
“Menurut saya, kami berada di grup yang berat. Pelatih dari negara lain yang ada di grup kami sudah memahami Jepang dengan sangat baik. Jadi, saya pikir kami juga harus mengambil langkah-langkah, dan mempersiapkan dengan baik,” ucap Moriyasu.
“Jadi, kami harus waspada terhadap semua tim. Setelah analisis menyeluruh, kami harus melakukan hal-hal itu. Kami harus bisa menunjukkan kekuatan, dan menaklukkan lawan. Kami harus memikirkan bagaimana mengungguli mereka, termasuk dalam hal motivasi. Kami akan siap menghadapi tantangan yang mereka berikan.”
Qatar bisa dibilang menjadi momok bagi Jepang. Moriyasu mempunyai pengalaman buruk bersama Jepang ketika bermain di Doha, Qatara, saat masih aktif sebagai pemain. Pada penyelenggaraan empat tahun lalu di Uni Emirat Arab, Jepang yang ditangai Moriyasu kandas di final setelah dikalahkan Qatar.
Pada penyelenggaraan Piala Dunia 2022, Jepang gagal mencapai target menembus ke perempat-final. Walau begitu, torehan tersebut tidak menyurutkan motivasi Moriyasu.
“Kami akan berjuang dengan target menjuarai Piala Asia. Kami juga ingin mencari kerangka tim untuk Piala Dunia berikutnya,” tegas Moriyasu.
