Ali Adnan - Timnas IrakIFA

Ada 'Paolo Maldini', Pelatih Irak Yakin Tembok Pertahanan Sangat Kukuh

Pelatih Irak Jesus Casas menilai perubahan posisi Ali Adnan menjadi bek tengah bakal membuat pertahanan Lions of Mesopotamia bakal sulit ditembus barisan penyerang timnas Indonesia.

Irak akan menghadapi Indonesia dalam pertandingan perdana Grup F kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Kamis (16/11) malam WIB, di Stadion Basra International.

Sebelum menempati posisi bek tengah, Adnan merupakan seorang full-back kiri. Namun sejak Casas bereksperimen dengan mengubah Adnan di posisinya sekarang, pertahanan Irak dinilai lebih solid.

Bukan itu saja. Casas mengibaratkan pemain berusia 29 tahun tersebut sebagai Paolo Maldini yang sangat solid di jantung pertahanan AC Milan dan Italia, meski digeser dari posisi full-back oleh Arrigo Sacchi. Casas mempunyai sejumlah pertimbangan dengan menempatkan Adnan sebagai bek tengah.

“Itu adalah hal yang wajar. Beberapa pemain cenderung berpindah posisi, karena beberapa faktor, khususnya di lini pertahanan, karena Ali Adnan saat ini memiliki ciri-ciri yang membuatnya mumpuni untuk bermain di jantung pertahanan,” jelas Casas.

“Sementara di sisi kiri, dia harus berlari lebih cepat. Adnan punya banyak pengalaman, terutama dalam menjalankan perannya seperti Maldini di Italia. Dia memainkan peran bek tengah di masa akhir karirnya.”

Di lain sisi, Adnan tidak keberatan harus menjalani peran baru di jantung pertahanan. Hal itu sudah dia lakoni ketika memperkuat klub Rusia Rubin Kazan, maupun tim asal Iran, Mes Rafsanjan.

“Dalam beberapa waktu terakhir, saya memang sudah terbiasa dengan perubahan posisi saya. Di Liga Rusia bersama Rubin Kazan, posisi saya diubah dari full-back ke bek tengah,” ungkap Adnan.

“Saya melanjutkan posisi ini di Mes Rafsanjan di Iran. Saya bermain sebagai bek tengah di sepuluh pertandingan di Liga Iran. Saya pikir Casas sudah memilih opsi yang tepat dengan mengubah posisi saya.”

Iklan
0