Keputusan kontroversial wasit kembali terjadi pada Liga 3 musim ini. Teraktual, pertandingan antara Persikota Tangerang melawan Farmel FC dalam Grup C babak 16 besar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (6/3).
Wasit seolah berat sebelah dalam memimpin jalannya pertandingan. Persikota terlihat dirugikan karena sejumlah keputusan pengadil lapangan yang tidak tepat seperti 'off-side gaib' dan penalti buat Farmel FC.
Bahkan pemain Persikota dan Farmel FC hingga adu jotos. Pihak kepolisian bersama perangkat pertandingan sampai masuk ke lapangan untuk membuat suasana kondusif.
Pertandingan tersebut akhirnya dimenangkan Farmel FC dengan skor 3-0. Wasit memilih untuk menyelesaikan laga karena kericuhan yang terjadi.
Kejadian tersebut memancing reaksi keras dari publik. Di media sosial netizen beramai-ramai menghujat wasit karena keputusan merugikan Persikota pada pertandingan tersebut.
Pengamat sepakbola nasional Tommy Welly juga turut bicara terkait kejadian tersebut. Menurutnya, ada yang janggal pada laga Persikota versus Farmel FC.
“Kalau wasit sepertinya ini dan sangat kasar ini apakah permasalahan soal teknis atau nonteknis menjadi pertanyaan besar," kata pria yang karib disapa Bung Towel tersebut.
“Kalau soal teknis ini sangat naif. Ini ada faktor nonteknis menyangkut satu klub Farmel FC ini, apakah ini satu kebetulan atau sesuatu yang dalam nonteknis tadi wasit sebagai alat aktor, kalau ini bukan sesuatu kebetulan tapi harus dicurigai ada faktor nonteknis.”
“Kita tahu dalam sepakbola ada match fixing. Juga ada kepentingan promosi dan degradasi. Bicara kepentingan promosi dan degradasi berarti ada pengawalan kepada tim tertentu. Pengawalan ini bisa dibilang wasit sebagai aktor. Indikasi ini harus dilihat ke arah sana."
Oleh karena itu, Bung Towel khawatir kejadian tersebut bisa dialami kontestan lainnya yang bertanding dengan Farmel FC. Ia pun mau PSSI untuk tidak menutup mata.
“Untuk tim-tim yang akan menghadapi Farmel saya yakin mereka akan menaruh kesadaran lebih besar, tetapi secara garis besar kita tidak hanya bicara Farmel, Liga 3 nasional sudah dipegang oleh PSSI. Seharusnya dengan kejadian ini PSSI harusnya malu.”
