MarottaGetty Images

Ada Di Grup Maut, Inter Milan Sempat Anggarkan Dana Untuk Liga Europa

CEO Inter Milan Beppe Marotta mengakui manajemen sempat menganggarkan dana bagi tim jika berlaga di Liga Europa, mengingat mereka berada di grup maut bersama Bayern Munich dan Barcelona.

Marotta secara tidak langsung mengakui bila peluang Inter untuk lolos ke fase knock-out cukup berat, karena lawan yang mereka hadapi merupakan klub papan atas Eropa, dan menjadi langganan Liga Champions.

Menurut Marotta, manajemen sempat mengkalkulasi anggaran dengan asumsi mereka mengakhiri fase grup di peringkat ketiga, sehingga nantinya hanya berlaga di Liga Europa.

“Itu sangat benar. Saya tidak tahu apa yang diprediksi Barcelona, tetapi sejauh yang kami ketahui, anggaran kami bijaksana,” ujar Marotta kepada Sky Sport Italia dikutip laman Football Italia.

“Karena itu, kami ingin lolos. Hasil imbang membuat kans terlihat sangat sulit. Tetapi malam ini kami dapat memahkotai mimpi kecil untuk lolos lebih awal dari grup yang sangat sulit.”

Inter dipastikan lolos ke fase grup bila mereka mengalahkan Viktoria Plzen di Stadion Giuseppe Meazza, terlepas hasil akhir antara Bayern dan Barcelona. Saat artikel ini digarap, Nerazzurri sedang menjalani laga melawan klub Republik Ceko tersebut.

“Ini akan menjadi pencapaian penting yang merupakan bagian dari proses konsolidasi yang dimulai tiga atau empat tahun lalu. Di level Eropa, kami mencapai sistem gugur musim lalu. Jadi melakukannya lagi akan menjadi hasil yang sangat baik,” kata Marotta.

Perjalanan Inter pada musim ini sempat diwarnai gonjang-ganjing. Kemenangan 1-0 atas Barcelona diperoleh di tengah situasi tim sangat sulit. Kendati demikian, manajemen tetap menaruh kepercayaan kepada Simone Inzaghi.

“Hal pertama yang kami lakukan adalah menganalisis situasi dengan hati-hati, melihat di mana kekurangan kami, tetapi menyadari ini adalah tim yang sesungguhnya, termasuk pelatih, yang bisa mendaki kembali ke atas bukit,” ucap Marotta.

“Jiwa sudah kembali, ketenangan, konsentrasi, kepercayaan diri, dan fokus kembali yang memungkinkan mereka untuk kembali ke standar Inter.”

Iklan
0