Zlatan Ibrahimovic mengisyaratkan masih akan bermain bahkan di akhir kariernya bersama AC Milan, dengan berkata ia tak akan "berhenti sampai diusir" dari sepakbola.
Striker veteran Swedia itu, yang genap berusia 40 tahun sejak awal Oktober, semakin tua-tua keladi dengan bersinar di papan atas Serie A, dan baru saja menorehkan namanya di papan skor saat Rossoneri menempel ketat Napoli di puncak klasemen dengan mengalahkan AS Roma 2-1, Senin (1/11) dini hari WIB.
Mengingat usianya yang sudah tak muda, banyak yang berasumsi ia akan gantung sepatu di San Siro, tetapi ia sudah memperpanjang kontraknya pada bulan April, dan menyatakan ia akan maju terus meski kontraknya usai sekalipun.
"Rahasia keawetan saya ada di pikiran, saya ingin membuktikan 40 itu cuma angka belaka dan saya bisa terus melakukan apa yang saya cintai," ujar Ibrahimovic kepada Telefoot saat membahas masa depannya.
"Saya ingin terus berkemang setiap hari. Jelas, saya tak bisa bermain seperti dulu lagi, tetapi kini saya sudah lebih cerdas dan berpengalaman. Saya tak terkejut dengan performa saya, saya yang terbaik."
"Saya sudah tak perlu membuktikan apa pun, tetapi saya tak ingin pensiun lalu menyesal, merasa seharusnya bisa lanjut terus. Saya tak ingin berhenti sampai diusir, sampai benar-benar habis."
Masih mengincar trofi
Ibrahimovic dikenal sebagai striker sukses dengan memenangkan berbagai trofi di lima negara berbeda, termasuk kesuksesan Eropa bersama Barcelona dan Manchester United.
Tetapi ia masih ingin menambah koleksinya bersama Milan - klub di mana ia pernah menjadi juara Serie A satu dekade lalu - setelah musim lalu menempel ketat juara bertahan dan sang tetangga, Inter Milan.
"Kami bisa meyakini kans kami," imbuhnya. "Semakin percaya, semakin mungkin. Tanpa keyakinan dan kerja keras, Anda tak akan bisa mencapai target."
Kemenangan atas Roma membuat mereka bertengger di peringkat kedua dengan catatan impresif: sekali imbang dan menyapu bersih sepuluh laga sisanya.
Sayangnya itu belum cukup -- untuk saat ini -- untuk mengamankan posisi puncak, karena Napoli memiliki catatan yang sama persis dengan selisih gol yang lebih unggul.




