Mantan presiden AC Milan Silvio Berlusconi, mengatakan satu-satunya jalan untuk Rossoneri berjaya lagi adalah menyerahkan lagi kepemilikan klub Serie A Italia tersebut ke tangannya.
Setelah tujuh pertandingan kompetitif berlalu pada musim ini, Milan berpisah dengan Marco Giampaolo dan menyerahkan tanggung jawab tim pada Stefano Pioli.
Setelah meraih Scudetto pada 2010/11, Milan memasuki periode kelam dan di awal musim ini mereka baru mengemas sembilan poin atau tertinggal sepuluh dari Juventus yang sekarang berstatus Capolista.
Berlusconi adalah penguasa klub saat mereka juara Italia delapan tahun lalu sebelum menjualnya ke konsorsium Tiongkok pada 2017 namun kemudian Elliott Management yang mengambil alih seiring kegagalan mereka membayar hutang.
Saat memperkenalkan Pioli, CEO Milan Ivan Gazidis, mengklaim Elliott Management telah menyelamatkan milan dari kebangkrutan dan ancaman degradasi ke Serie D tetapi komentar ini kemudian disentil Berlusconi.
"Kalimat seperti itu hanya bisa diucapkan oleh seseorang ketika dia melangkahkan kaki ke toilet dan jadi yang pertama menutup pintu," buka Berlusconi pada TeleLombardia.
"Bagaimana cara Milan untuk kembali berjaya seperti di masa lalu? Mudah, tetapi di waktu yang sama sulit untuk diwujudkan: berikan klub itu ke Silvio Berlusconi."
Milan dan Inter Milan telah megugkap desain baru stadion yang akan menggantikan San Siro.
Rossoneri sudah bermain di stadion ini sejak dibuka pada 1926 sementara I Nerazzurri bergabung pada 1947.
Berlusconi yang menguasai tim Serie C Monza menambahkan: Ini adalah proyek menyenangkan, saya yakin akan menjadi arena yang modern dan indah."
"Kami mencintai San Siro karena telah memenangkan segalanya, semua penonton punya pandangan yang indah dan saya harap ada solusi yang bisa mencegah untuk menghancurkan stadion."
"Jika tidak, berikan saja untuk Monza," tandasnya.


