Mantan pelatih AC Milan, Alberto Zaccheroni, menyebut bahwa direktur teknik sekaligus legenda klub, Paolo Maldini, sebagai biang kebangkitan Rossoneri musim ini.
Milan masih kokoh di puncak klasemen sementara Serie A musim 2020/21 dengan koleksi 34 poin. Skuad arahan Stefano Pioli tersebut bahkan menjadi satu-satunya klub yang belum terkalahkan.
“Kalau asumsi Milan menempati urutan pertama hanya karena absennya suporter di stadion? Tentu tidak. Ada banyak faktor,” ucap Zaccheroni, Rabu (23/12).
“Maldini adalah salah satunya, saya sangat mengenal Paolo dan dia lebih tahu lagi dinamika internal tim.”
“Dia melakukannya sebagai kapten dan akan melakukannya hari ini sebagai direktur teknik, dengan tanggung jawab yang lebih besar.
“Dia tahu bagaimana membuat Anda merasa nyaman, mengenyahkan ketidakteraturan, membantu saat tim berada dalam kesulitan.”
"Itu adalah warisan yang tidak dimiliki orang lain, para pemain hari ini merasakannya. Dia memberikan kepastian, [Zlatan] Ibramovic mengambil tanggung jawab lain. Dia sepertinya berkata: 'Saya akan mengurusnya, dalam kesulitan, bersandar pada saya’.”
"Prediksi saya tentang scudetto, saya akan menjawab: ‘Klub di mana Zlatan bermain, tunjukan …’,” pungkasnya.
Milan menjadi Maldini satu-satunya yang dia bela pada rentang 1984–2009. Di level manajerial Rossoneri, ia lebih dulu menjabat sebagai direktur pengembangan dan strategi olahraga klub sebelum naik jabatan sebagai direktur teknik.
Selama bersama Milan, Maldini—yang berposisi sebagai bek—mempersembahkan tujuh scudetto dan lima trofi Piala/Liga Champions di antara gelimang gelar lainnya.
Adapun Zaccheroni adalah pelatih Milan pada periode 1998–2001. Kala itu, ia mempersembahkan satu Scudetto, tepatnya pada musim 1998/99.


