Pelatih Persela LamonganAji Santoso menilai absennya motor permainan Diego Assis turut memberikan pengaruh terhadap performa tim ketika bermain imbang 1-1 melawan PSIS Semarang di Stadion Surajaya, Jumat (5/10) malam WIB.
Assis terpaksa absen di laga ini, karena sedang menjalani proses pemulihan cedera. Menurut Aji, dampak dari absennya Assis adalah serangan Persela tidak terlalu menggigit.
“Skor 1-1 cukup disayangkan, tapi saya apresiasi pemain yang tetap fight. Kami ketinggalan, namun bisa menyamakan kedudukan. Tidak adanya Diego, memang intensitas serangan tidak biasa,” ujar Aji.
Persela sempat tertinggal lebih dulu melalui tendangan bebas Bruno Silva, sebelum akhirnya eksekusi penalti Wallace Costa mampu menyamakan kedudukan. Aji juga menyayangkan kartu merah yang diterima Syahroni pada menit ke-86.
“Golnya [PSIS] juga sebetulnya sudah saya wanti-wanti dari awal, karena Bruno Silva punya tendangan kaki kiri dan kanan yang bagus, dan itu terbukti menjadi gol,” ucap Aji.
“Saya juga menyesalkan, seharusnya Syahroni tidak perlu melakukan pelanggaran seperti itu. Posisi dia [Ibrahim Conteh] tak membahayakan gawang kami. Tim kami juga rugi, karena harus bermain dengan sepuluh orang. Untung saja waktunya tinggal beberapa menit.”
Aji menambahkan, ia mengevaluasi penyelesaian akhir dari pertandingan ini sebelum bertandang ke markas Perseru Serui, terutama ketika membongkar pertahanan rapat lawan.
“Mereka [PSIS] tidak mau keluar, hanya mengandalkan serangan balik. Mereka bertahan di setengah lapangan. Intensitas persiapan kami harus ditingkatkan, karena kami harus bisa membawa pulang poin dari Serui, karena kami sudah kehilangan poin di Medan dan di sini,” imbuh Aji.
Goal Indonesia