Sedikitnya 80 persen peserta babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia sudah menyampaikan keinginan mereka untuk menunda pertandingan sisa dari Maret ke Juni, karena pandemi virus Corona belum mengalami penurunan signifikan.
Surat kabar Uni Emirat Arab (UEA) Al Bayan mewartakan, konfederasi sepakbola Asia (AFC) hari ini dijadwalkan melakukan pertemuan virtual dengan 40 negara untuk membahas pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 yang dijadwalkan berlangsung Maret.
Pertandingan itu nantinya akan dimulai pada 31 Mei secara terpusat, dan dijadwalkan berakhir 15 Maret, sehingga babak ketiga kualifikasi atau putaran final dapat digelar berdasarkan rencana semula, mengingat waktu yang tersedia sangat terbatas.
“Konfederasi (AFC) saat ini sedang bekerja untuk memutuskan jadwal laga kualifikasi setelah 80 persen tim mengajuk penundaan dari Maret ke Juni akibat pandemi virus Corona, dan pembatasan perjalanan di sebagian besar negara Asia,” demikian pemberitaan yang dilansir Al Bayan.
“AFC kemungkinan akan menunda kualifikasi, dan dimulai pada 31 Mei dengan sistem terpusat, sehingga bisa selesai 15 Juni. Beberapa negara sudah mengajukan diri menjadi tuan rumah, seperti UEA, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Australia.”
Getty“AFC nantinya akan menggelar pertemuan terpisah dengan negara yang mengajukan diri menjadi tuan rumah untuk membahas kesiapan menggelar pertandingan dan penerapan protokol kesehatan. Negara yang paling siap nantinya akan dipilih menjadi tuan rumah.”
Di lain sisi, sekjen AFC Datuk Windsor Paul John mengakui ada pertemuan secara virtual dengan seluruh peserta kualifikasi Piala Dunia 2022 selama dua hari, yakni Selasa (16/2) dan Rabu (17/2). AFC sebelumnya telah memberikan batas waktu kepada tiap anggotanya untuk menjelaskan kondisi terkini hingga Senin (15/2).
Menurut Windsor, pihaknya sudah menerima surat dari peserta kualifikasi Piala Dunia 2022 mengenai jadwal Maret. AFC selanjutnya mengelar rapat sebelum mengeluarkan keputusan.
“Saya hanya bisa menyampaikan kami telah menerima surat dari negara yang terlibat. Tapi masih belum jelas. Contohnya, ada negara yang ingin menjalani satu pertandingan [di Maret], tapi tidak mau bermain di satu pertandingan lainnya. Itu tidak dibenarkan,” jelas Windsor diwartakan laman Sinar Harian.
“Jadi kami akan mengadakan pertemuan untuk mencapai kata sepakat. Kemungkinan keputusan itu akan dikeluarkan Kamis (18/2).”
SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!
