Selebrasi Arema FC - Johan Farizi - Elias Elderete - Kushedya HariAbi Yazid / Goal

14 Pemain Arema FC Jalani 'Rapid Test' Tahap Pertama

Jelang kembali bergulirnya Liga 1 musim ini, Arema FC menggelar rapid test, Jumat (17/7). Langkah tersebut untuk memastikan skuad Singo Edan, bebas dari infeksi virus corona saat kembali berkumpul.

Sebanyak 50 orang yang 14 di antaranya merupakan pemain Arema FC mengikuti agenda tersebut. Hasil dari tes itu diberikan kepada dokter tim Arema FC untuk ditindaklanjuti.

Dalam rapid test tersebut Arema FC menggandeng Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Nahdlatul Ulama Kota Malang dan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Nantinya, bakal ada gelombang tes berikutnya buat yang belum mengikuti tahap pertama ini.

"Manajemen sudah mengawali prosedur yang diharapkan tim medis ini. Kemudian kami menunggu arahan tim dokter untuk langkah selanjutnya seperti apa," kata media officer Arema FC, Sudarmadji.

Seandainya ada yang reaktif dari hasil rapid test tersebut bakal dilangsung mendapat perhatian serius. Orang itu akan diminta menjalani prosedur tes berikutnya untuk memastikan kondisinya.   

"Kalau misalnya ada yang reaktif, masih ada waktu 7 atau 14 hari menjelang latihan untuk dilakukan penanganan," ujarnya.

Selebrasi Arema FC - Johan Farizi - Elias Elderete - Kushedya HariAbi Yazid / Goal

Sudarmadji menjelaskan sebelum tes tersebut dilaksanakan pihaknya sudah melakukan koordinasi secara daring. Setiap pemain diminta menjawab sejumlah pertanyaan terkait kesehatan dirinya.

"Melalui grup Whatsapp semua dipantau. Dokter memantau terus setiap hari, misalnya apakah ada yang suhunya tinggi," ucapnya.

Arema FC berencana memulai persiapan pada akhir Juli ini. Namun, para pemain serta ofisial yang belum menjalani rapid test gelombang pertama harus mengikuti tes tersebut sebelum berlatih.

Dijadwalkan kompetisi kasta teratas Tanah Air, diputar pada 1 Oktober mendatang. Kepastian tersebut didapatkan setelah PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku operator kompetisi menerbitkan surat bernomor 244/LIB-COR/VII/2020, yang dikirimkan ke seluruh klub Liga 1.

Semua pertandingan dipusatkan di Pulau Jawa, dan digelar tanpa kehadiran penonton. Klub yang bukan berasal dari Pulau Jawa ditempatkan di Daerah Istimewa Yogyakarta serta sekitarnya.

Protokol kesehatan ketat akan diterapkan selama Liga 1 dilangsungkan. Upaya ini untuk memastikan semua pihak terlibat aman dari infeksi virus corona yang penyebarannya masih belum berhenti di Indonesia.

Iklan
0