Timnas PalestinaPFA

13 Anggota Parlemen Eropa Desak FIFA & UEFA Kucilkan Israel

Sekelompok anggota Parlemen Eropa (MEP) meminta FIFA & UEFA mengambil tindakan tegas terhadap Israel yang pemerintahnya terus menerus melakukan pembunuhan massal di Gaza.

Surat permintaan tersebut disampaikan 13 anggota MEP kepada FIFA & UEFA pada 15 Februari. Dalam surat itu, mereka menyampaikan pemerintah Israel telah membunuh lebih dari 30 ribu warga Palestina.

Ke-13 anggota MEP yang menandatangani surat itu adalah Manu Pineda, Javier Nart, Ana Miranda, Maria Palop, Miguel Urban, Esther Sanz, Idoia Villaneuva (Spanyol), Clare Daly, Mick Wallace, Luke Flanagan, Chris MacManus (Irlandia), Marc Botenga (Belgia), dan Martin Buschmann (Jerman).

“Kami sebagai anggota MEP dan perwakilan politik masyarakat Eropa, meminta FIFA, UEFA, dan badan kompeten lainnya mengambil sikap tegas menentang pelanggaran hak asasi manusia secara berkelanjutan di Palestia,” demikian isi surat MEP dilansir laman Inside World Football.

“Pembunuhan warga sipil tanpa pandang bulu, blokade bantuan kemanusiaan, atau penghancuran infrastruktur, yang juga memberikan dampak kepada pesepakbola, wasit, pelayanan publik, dan fasilitas olahraga, adalah sebuah kejahatan yang tidak bisa kita abaikan.”

“FIFA dan UEFA mengklaim mempromosikan nilai-nilai kesetaraan, rasa hormat, dan hak asasi manusia melalui sepakbola. Semua ini tidak diragukan lagi sedang dilanggar di Gaza sekarang.”

“Sepakbola tidak bisa dijadikan alat untuk melegitimasi penjajahan dan pemusnahan warga Palestina. Dengan alasan ini, kami meminta pengucilan segera, sebagai bentuk tekanan, terhadap tim nasional Israel dan klub Israel dari semua kompetisi Eropa dan internasional sampai genosida ini berakhir.

“Olahraga tidak dapat dijadikan sebagai tontonan bagi mereka yang melanggar hak-hak paling penting dari seluruh masyarakat.”

Sejauh ini FIFA dan UEFA belum pernah mengambil sikap terhadap peristiwa yang terjadi di Gaza. Hal itu berbanding terbalik ketika Rusia menginvasi Ukraina, di mana FIFA & UEFA langsung mengambil sikap tegas.

Beberapa hari lalu, Sekjen UEFA Theodore Theodoridis beralasan apa yang terjadi di kedua negara itu berbeda.

“Ada dua situasi yang sangat berbeda antara kedua negara. Jangan lupakan awal perang di Rusia dan Ukraina, dan awal dari apa yang terjadi sekarang, yang tentu saja disesali, di Timur Tengah,” ucap Theodoridis.

Iklan
0