
Rangkuman
Dihasilkan olehInter menjalani awal musim yang menjanjikan, duduk di puncak klasemen Serie A bersama Roma dan Lazio dengan 13 poin dari lima laga. Namun di balik posisi itu, ada kekhawatiran nyata yang mulai mengemuka: pertahanan Cristian Chivu kerap kebobolan, dan situasi itu tidak bisa diabaikan begitu saja.
Dalam lima pertandingan pertama, Inter mencetak 15 gol, rata-rata tiga per laga. Produktivitas menyerang itu mengesankan, tetapi sisi bertahan justru menjadi tanda tanya. Chivu mengakui masalah ini serius dan mulai memfokuskan sesi latihan pada fase defensif selama jeda internasional. Kembalinya Djed Spence dari cedera diharapkan memberi opsi baru di sisi kanan, sementara kondisi Dimarco dan Calhanoglu juga terus dipantau.
Bicara soal Calhanoglu, situasinya semakin mengkhawatirkan. Kontrak gelandang Turki itu habis Juni 2027, dan perpanjangan belum juga ditandatangani. Inter berisiko kehilangan salah satu pemain kuncinya secara cuma-cuma, persis seperti yang mereka lakukan saat merekrutnya dari Milan pada 2021. Ketidakpastian ini menjadi bayangan gelap di tengah performa kompetitif tim.
Setelah jeda internasional, Inter menjamu Parma di Giuseppe Meazza pada 10 Oktober. Laga itu menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa perbaikan defensif sudah berjalan, sekaligus menjaga jarak dengan pesaing di papan atas klasemen.




.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)

