Antonio Rudiger Yang Kian Matang

BagikanTutup Komentar
Bukan cuma jawaban atas kepergian Terry dan Ake, Rudiger adalah kunci dari semakin solidnya lini belakang Chelsea di musim depan.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di Twitter

Setelah melepas sejumlah pemain di sepanjang 2017, Chelsea akhirnya mulai bergerak aktif menambah amunisi baru. Willy Caballero diboyong gratis dan kini sang juara bertahan Liga Primer Inggris berhasil menggaet bek top asal Jerman, Antonio Rudiger.

Rudiger diboyong dari AS Roma dengan banderol yang dikabarkan mencapai £34 juta dan kontrak berdurasi lima tahun. Ia datang di saat yang tepat setelah Chelsea kehilangan duo bek sentral di musim panas ini, yakni sang legenda John Terry dan youngster Nathan Ake.

Masih berusia 24 tahun, kiprah Rudiger selama ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Ia baru saja tampil solid dalam mengantar timnas Jerman memenangi Piala Konfederasi 2017. Sejak lulus dari akademi Borussia Dortmund dan VfB Stuttgart, grafik performa pemain kelahiran Berlin ini terus menanjak dari tahun ke tahun.

SIMAK JUGA: Chelsea Tuntaskan Transfer Rudiger

Roma beruntung mampu mengamankan tenaga Rudiger dari Stuttgart pada 2015 lalu. Dengan total biaya hanya sekitar €13,5 juta (£12 juta), kini Giallorossi mampu mendulang keuntungan hampir tiga kali lipat dari penjualannya ke Chelsea.

Kesigapan bertahan dan ketenangan dalam membagi bola menjadi atribut menonjol Rudiger. Karier dua tahun di Italia bersama Roma jelas kian mengasah kemampuan defensifnya itu. Gaya bermainnya mirip-mirip Leonardo Bonucci, namun Rudiger mengakui dirinya hanya ingin tetap kompetitif.

“Saya ingin mengetes diri saya melawan para pemain terbaik. Itulah satu-satunya cara bagi saya untuk terus berkembang. Saya beruntung telah menghadapi sejumlah pemain top dan saya hanya berharap bisa terus mengalami hal yang sama di masa mendatang, karena saya suka kompetisi,” kata Rudger kepada Soccerbible.

GFXID - Antonio Rudiger, AS Roma *Statistik Serie A 2016/17

Ditanya siapa pemain yang menjadi panutannya selama ini, jawaban Rudiger tidak muluk-muluk. Ia mengaku mengidolakan seniornya di timnas Jerman, Jerome Boateng. Menurut Rudiger, bek Bayern Munich itu adalah contoh terbaik bahwa setiap pemain harus punya keinginan kuat untuk berkembang

“Beberapa tahun lalu, orang-orang mungkin berkata, ‘Dia [Boateng] bukan pemain bagus’. Ketika itu dia masih muda dan kini lihatlah siapa dia sekarang. Segalanya adalah tentang pengembangan diri dan menimba pengalaman. Itulah yang dia lakoni sehingga bisa menjadi salah satu bek terbaik di dunia. Gaya saya tentu berbeda dengannya, tetapi dia layak untuk dijadikan inspirasi,” katanya.

Chelsea, dalam hal ini, patut bersyukur bisa mendatangkan Rudiger. Dengan postur tinggi besar dan kaki kanan yang kuat, Rudiger bisa dimanfaatkan Antonio Conte sebagai bek sentral sisi kanan dalam formasi tiga bek. Pemain keturunan Sierra Leone ini juga piawai bermain di posisi bek kanan.

Rudiger, yang akan mengenakan nomor punggung 2 di Chelsea, mungkin akan memaksa Cesar Azpilicueta kembali ke posisi aslinya sebagai full-back atau wing-back kanan. Tugas ini jelas tidak mudah mengingat Azpilicueta tampil brilian sebagai bek sentral di musim lalu.

 

A post shared by Chelsea FC! (@chelseafc) on

Namun, Chelsea harus berhati-hati. Cedera kerap menjadi hambatan bagi Rudiger untuk berkembang. Di musim panas tahun lalu, ia menderita cedera lutut ACL dan harus menepi lama. Beruntung, performa Rudiger tetap berada di level tertinggi setelah pulih dari cedera dan di musim panas ini langsung menjadi rebutan sejumlah klub seperti Chelsea, Manchester City, dan Inter Milan.

Pada akhirnya, Rudiger adalah opsi yang lebih reliabel dan fleksibel ketimbang buruan Chelsea lain yang harganya bisa dua kali lipat lebih mahal, seperti Leonardo Bonucci atau Virgil van Dijk. Kehadiran Rudiger akan membuat Conte lebih fokus mengejar incaran lain seperti Tiemoue Bakayoko, Alvaro Morata, dan Alex Sandro.

Chelsea kini telah memiliki dua Antonio, Rudiger dan Conte. Keduanya semakin matang dalam perannya masing-masing dan dipastikan akan membuat The Blues kian optimistis menatap musim depan dan masa depan.

 

Antonio Rudiger adalah pesepakbola Nike dan pengguna sepatu Nike Tiempo. Ia mengenakan Nike Tiempo edisi Blur Motion Pack. Pemain lain yang menggunakan Nike Blur Motion Pack adalah David Luiz, Thibaut Courtois, Willian, N’Golo Kante, dan Eden Hazard. Simak lebih lanjut di Nike Indonesia.

Artikel Selanjutnya:
Voli Sadio Mane Jadi Gol Terbaik Matchday 6 Liga Champions, Persembahan Nissan!
Artikel Selanjutnya:
REVIEW Bundesliga Jerman: Hoffenheim & Bayer Leverkusen Melaju Mulus
Artikel Selanjutnya:
REVIEW Liga Primer Inggris: Everton & Leicester City Merangkak Naik
Artikel Selanjutnya:
Sriwijaya FC Berpeluang Ikut Piala Presiden
Artikel Selanjutnya:
Laporan Pertandingan: Manchester United 1-0 Bournemouth
Tutup