thumbnail Halo,

Laskar Sultan Agung menjadi satu-satunya perwakilan dari Daerah Istimewa Yogyakarta di kasta tertinggi sepakbola nasional.


GOALOLEH    ADHE MAKAYASA     Ikuti di twitter

Persiba Bantul yang tergabung di wilayah timur Indonesia Super League (ISL) 2014, menjadi satu-satunya harapan warga masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta di pentas kasta tertinggi sepakbola nasional.

Sebelum ini, klub berjulukan Laskar Sultan Agung itu sempat terseok-seok selama dua tahun dengan berlaga di ajang Indonesian Premier League (IPL), sebagai akibat dari pecahnya persatuan di tubuh induk organisasi sepakbola negeri ini.

Berstatuskan sebagai juara Divisi Utama musim 2010/11 lalu, dengan mengalahkan Persiraja Banda Aceh 1-0, kini publik Bantul kembali dapat menyaksikan tim kesayangannya bersaing dalam kompetisi yang akan diikuti seluruh klub terbaik di Indonesia ini.

Dan menyambut musim baru, klub yang terletak di wilayah selatan kota Yogyakarta ini melakukan berbagai persiapan. Salah satunya dengan mengikuti turnamen Inter Island Cup (IIC) 2014.

Sebagaimana diketahui, penampilan mereka di ajang tersebut tidak maksimal dan terlihat kurang meyakinkan lantaran para pemain yang tergabung di dalamnya belum mendapatkan kontrak dan kepastian dari manajemen.

Hal tersebut bahkan diakui secara langsung oleh pelatih Sajuri Syahid, yang merasa bahwa timnya belum komplet karena baru sebagian pemain yang sudah diamankan jasanya.

Adapun, pemain yang telah menyelesaikan proses negosiasi tersebut adalah Didik, Ryan Wahyu, Aulia Ardli, Sholehudin, Jejen Zaenal, Romadhon, Yosep Marudof dan Abdul Majid Mony. Dimana seluruhnya adalah penggawa anyar.

"Meski baru delapan pemain yang resmi dikontrak, tapi saya rasa ini adalah awal yang bagus untuk pembentukan tim," ujar Sajuri. “Kalau pemain lama saya rasa proses negosiasinya akan berjalan lancar," imbuhnya.


STATISTIK MUSIM LALU
Indonesian Premier League 2013
Main Menang Seri Kalah Gol
23 13 3 7 51-27
*Jumlah pertandingan dan gol dihitung berdasarkan hasil yang didapatkan Persiba pada fase reguler dan play-off.

PELATIH: Sajuri Syahid


PROFIL SINGKAT
Nama lengkap: Sajuri Syahid
Lahir: 1 Desember 1967
Karier pelatih: Persiba Bantul (2011-sekarang)
Petualangan Sajuri sebagai pelatih diawali dari Persiba Bantul, tepatnya saat ia ditunjuk untuk menggantikan Eduard Tjong pada 2011 silam.

Sebelum itu, bapak dua anak ini berkali-kali mengemban jabatan sebagai asisten pelatih di Laskar Sultan Agung sejak 2003, yakni kala mendampingi Andi Lala (2003), Suharno (2004), Soedjono (2004), Nandar Iskandar (2007-2009), serta Eduard (2007-2011).

Usai dipastikan sebagai pelatih, tangan dingin dari guru olahraga sebuah SMA di Bantul ini mulai terlihat saat debut perdananya berbuah kemenangan 5-0 atas rival sekota PSS Sleman dalam derby Jogja, Januari 2011.

Setelah itu, prestasi pun berjalan seiringan, yang lantas membawa timnya bermain imbang 3-3 melawan PSMS Medan di Samarinda, yang mana mengantarkan mereka ke semi-final perebutan tiket promosi.

Laga itu sendiri menjadi partai paling dramatis dengan disertai berbagai aksi. Salah satunya adalah salto dari Sajuri yang membuat namanya tenar. “Itu spontan. Ya namanya guru olahraga, jadi biasa loncat sampai koprol,” ujarnya kala itu, seperti dikutip dari paserbumi.com.

Kini, Sajuri bakal mengadu taktik di liga paling tinggi negeri ini dengan menukangi anak baru di kompetisi ISL. Mengingat, pada musim lalu mereka bermain di Indonesian Premier League (IPL).

PEMAIN ANDALAN: Carlos Eduardo Bizarro


PROFIL SINGKAT
Nama lengkap: Carlos Eduardo Bizarro
Lahir: Santa Fe, 9 Januari 1979
Tinggi/berat: 186 cm/85 kg
Karier klub: Brasiliense (2001), America (2002), Volta Redonda (2003), Partizani Tirana (2004), Remo (2005), Wuhan Guanggu (2006), Duque de Caxias (2007), Ceara (2008), Pelita Jaya (2008-2010), Persibo Bojonegoro (2010-2011), Persiba Bantul (2011-sekarang)

Persiba Bantul memiliki salah seorang pemain berpengalaman untuk mengarungi ketatnya persaingan di ISL pada musim nanti.  Ya, pemain itu adalah Carlos Eduardo Bizarro.

Seperti diketahui, Eduardo sudah sejak 2008 berkiprah di Indonesia dengan membela Pelita Jaya sebelum kemudian hengkang ke Persibo Bojonegoro, hingga akhirnya merapat ke bumi Bantul pada 2011.

Bek setinggi 186 cm ini memiliki segala kriteria yang dibutuhkan untuk menjadi pilihan utama di lini pertahanan. Selain tangguh dalam duel udara, pria asal Brasil tersebut juga mampu memimpin rekan setimnya.

Dia cermat sebagai pematah serangan, namun juga hebat dalam mengawal lawan. Mantan pemain yang pernah memperkuat beberapa tim di Brasil ini juga bisa mencetak gol dari bola-bola mati.

Lebih dari itu, pelatih Sajuri sendiri kiranya akan menyerahkan ban kapten kepada Eduardo setelah tidak lagi memiliki Ezequiel Gonzales yang hengkang ke Semen Padang. Oleh sebab itu, ia mengisyaratkan bakal memberikan jabatan tersebut kepadanya. “Posisinya di belakang. Jadi dia bisa memantau pergerakan teman-temannya dengan lebih jeli,” ujarnya seperti dikutip dari solopos.com.










Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait