thumbnail Halo,

Laskar Joko Tingkir sadar diri dan tak pasang target tinggi di ISL 2014.


GOALLIPUTAN   HAMZAH ARFAH    DARI   LAMONGAN  

Pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012/13, Persela Lamongan hampir saja terperosok ke jurang degradasi. Pengalaman inilah yang rupanya tak ingin diulangi di ISL musim ini. Persiapan pun dimatangkan, meski dengan dana yang terbatas.

Sejauh ini, Persela masih tercantum sebagai salah satu tim yang menunggak gaji pemainnya musim lalu. Karena itu, Laskar Joko Tingkir tidak melakukan belanja pemain secara jor-joran. Semua dilakukan dengan perhitungan matang menilik dari anggaran yang ada.

Dengan kondisi demikian, Persela sadar diri jika timnya tak terlalu kompetitif dalam memburu gelar juara dibandingkan dengan Arema Cronus, Persebaya Surabaya, Mitra Kukar, Persib Bandung, maupun Persipura Jayapura, yang memiliki materi pemain jauh lebih mentereng. Papan tengah atau bahkan hanya bertahan, jauh dinilai kubu Persela lebih realistis diwujudkan.

Kondisi tersebut diperparah dengan hengkangnya beberapa pilar musim lalu, Gustavo Lopez dan Samsul Arif menuju Arema. Fandi Eko Utomo balik ke Surabaya membela Persebaya. Sementara trio Fajar Handika, Jimmy Suparno, dan Dedi Indra, memilih hengkang ke tetangga sebelah, Gresik United.

Namun masuknya pelatih anyar rasa lawas dalam diri Eduard Tjong, memberikan rasa tersendiri. Dengan mengandalkan beberapa penggawa musim lalu yang tersisa seperti penjaga gawang Choirul Huda, Zaenal Arifin, serta bek Roman Golian, Edu dan manajemen Persela juga merekrut beberapa pemain baru. Di antaranya, Arif Ariyanto, Bijahil Chalwa, Srdjan Lopicic, serta Adisson Alves de Oliviera.

“Tambahan beberapa pemain baru, terbukti bisa membawa perubahan dalam tim. Utamanya, para pemain asing. Semoga mereka akan semakin matang dan kompak, sehingga mampu berkiprah lebih baik di ISL musim depan,” ucap Edu.


STATISTIK MUSIM LALU
Divisi Utama PT Liga Indonesia 2013
Main Menang Seri Kalah Gol
34 10 11 13 56-46


PELATIH: Eduard Tjong


PROFIL SINGKAT
Nama lengkap: Eduard Tjong
Lahir: Bali, 5 Januari 1963
Sertifikasi: A AFC
Karier pelatih; Persikabo Bogor  (2002), Persidafon Dafonsoro (2004), Persis Solo (2005-2008), Persiba Bantul (2009-2011), Persela Lamongan (2011/12), Persires Bali Devata (2012), Persija IPL (2013), Persela Lamongan (2014-sekarang)



Bisa dibilang, Eduard Tjong merupakan pelatih yang akrab dengan pemain muda. Ia justru terlihat lebih baik, kala membesut pemain yang mayoritas dihuni para pemain muda, dan kondisi tersebut saat ini sedang dialami Persela Lamongan.

Pengalamannya melatih juga sudah teruji, meski hanya baru sebatas menangani tim medioker dan belum sekali pun mempersembahkan gelar juara tahta tertinggi. Ia sebenarnya tak asing dengan Kota Lamongan, karena pada musim 2011/12, Edu pernah membesut Laskar Joko Tingkir sebelum akhirnya diganti almarhum Miroslav Janu.

“Dari sejumlah klub yang saya lamar, Persela yang paling serius. Saya pernah ditawari melatih Persela, namun akhirnya kandas. Ini yang membuat saya penasaran,” jelas Edu. 

Kini tantangan Edu sudah ada di depan mata, karena kompetisi musim depan akan dilangsungkan dengan format dua wilayah. Tentu, dibutuhkan kejelian untuk membawa Roman Golian dan kawan-kawan bisa konsisten dalam jumlah pertandingan yang terbatas.

Namun Edu sudah membuktikan pada jajaran manajemen, saat membawa Persela menembus semifinal Piala Gubernur Jawa Timur 2013. Ia juga tidak terlalu jelek, saat mendampingi Persela berpartisipasi di turnamen Inter Island Cup (IIC) 2014.

PEMAIN ANDALAN: Choirul Huda


PROFIL SINGKAT
Nama lengkap: Choirul Huda
Lahir: Lamongan, 6 Februari 1980
Tinggi/berat: 181 cm/79 kg
Karier klub: Persela Lamongan (1999-2014)



Terlahir sebagai asli Lamongan, membuat nama Choirul Huda tak bisa dipisahkan dengan Persela. Bermain bersama Laskar Joko Tingkir sejak 1999, membuat nama Huda sangat dicintai oleh LA Mania-julukan suporter Persela.

Sejak era almarhum Miroslav Janu sampai sekarang, Huda tetap menjadi andalan di bawah mistar gawang, meski Persela juga sempat memiliki kiper berkelas seperti, Fauzal Mubaroq, Syaifudin, Dedi Iman, dan beberapa lainnya.

Nilai plus lainnya musim ini, Huda akan diplot menjadi kapten tim seiring dengan senioritas yang dimilikinya saat ini di Persela. Selama Piala Gubernur Jawa Timur 2013 dan turnamen Inter Island Cup (IIC) 2014, Huda sudah menunjukkan menjadi tembok kokoh di pertahanan Persela paling terakhir.

“Tapi kerja akan lebih ringan, kalau semua bisa bersatu dan kompak. Terutama, bek yang kokoh dan solid. Saya harapkan itu bisa terjadi di kompetisi musim depan,” ucap Huda. (gk-43)





Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait