thumbnail Halo,

Herman Batak sudah punya rencana, yakni memperkuat sebuah klub ISL.


LIPUTAN  NINA RIALITA     DARI  MEDAN    

Kiper PSMS Divisi Utama PT Liga Herman Batak menerima jika dirinya tidak lagi masuk skuat pada putaran kedua. Ini setelah, nama Markus Haris Maulana disebut bakal mengisi posisinya.

Mantan kiper Deltras Sidoarjo ini menyebutkan dirinya sudah tahu informasi soal tidak bakal digunakan lagi dari media. Menurutnya, hingga detik ini pengurus PSMS belum memanggilnya untuk menuntaskan perihal status dan haknya yang belum dibayar.

"Bagi saya, enggak perlu pun ada pertemuan, yang penting gaji saya dibayar," ujarnya kepada GOAL.com Indonesia, Selasa (2/4) siang WIB.

Kiper berkepala plontos ini mengurai, gajinya sudah hampir tiga bulan belum dibayar. Kekecewaannya teramat besar terhadap itikad pengurus untuk melunasi haknya.

"Saya melihat ketua umum [Indra Sakti Harahap] tidak punya itikad baik. Makanya, buat saya mau siapa pun pengganti saya di PSMS untuk putaran kedua ya silahkan. Katanya Markus, ya silahkan. Tapi apa bisa mereka [pengurus dan manajemen] bayar Markus. Logikanya sajalah. Sedangkan gaji kami yang kecil, enggak sanggup dibayar. Apalagi saya baca di media, Markus minta Rp50 juta sebulan. Ya sekali lagi itu urusan manajemen dan penguruslah. Buat saya, hak saya saja dibayar," bebernya.

Herman mengungkapkan, sejak tidak mengikuti latihan di putaran pertama bersama PSMS, usai membela tim kalah 4-0 dari PS Bangka, dia murni pengangguran.

"Saya tidak ada pekerjaan apa-apa. Saya merasa ditipu saja di tim oleh ketua umum, bukan hanya saya tapi juga pemain-pemain lain. Jadi, semua keadaan ini dia [Indra Sakti] sendiri yang buat," tukasnya.

Dia mengaku bukannya tidak pernah dalam kondisi pahit seperti yang dialaminya di PSMS musim ini. Musim lalu pun, gajinya tersendat di Deltras. Namun menurutnya, manajemen dan pengurus Deltras masih punya iktikad baik.

"Memang di Deltras sama enggak gajian juga. Tapi manajemen Deltras masih mau kasih cashbon. Dan komunikasi masih lancar, jadi setidaknya keluarga bisa terbantu," tutur mantan kiper Persiram ini.

Dia juga menampik tentang begitu banyak kabar berseliweran perihal dirinya yang bermain setengah hati saat gawangnya kebobolan empat gol lawan menghadapi PS Bangka. Sejak pertandingan itu juga, Herman tak pernah memperkuat tim lagi dan memilih tidak ikut latihan hingga hari ini.

"Demi Allah, saya enggak ada unsur kesengajaan. Pekerjaan saya pemain sepakbola, enggak mungkin rasanya saya menafkahi keluarga saya dengan cara seperti itu," bebernya.

Dia menjelaskan, benar adanya soal kondisi psikis pemain yang tidak tenang jelang pertandingan kedua PSMS di putaran pertama di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam.

"Jujur soal hati sebelum main, saya sudah merasa enggak enak dan enggak siap. Karena pada saat itu, kami semua sudah komitmen enggak mau main kalau gaji enggak dibayar. Tapi, kok tiba-tiba main. Jadi enggak fokus. Saat itu saya heran, saya masih  komitmen tetap tidak bermain saat itu, tapi karena kalah suara jadinya tetap jadi main," ucapnya.

Ke depannya, Herman Batak sudah punya rencana. Misalnya bakal memperkuat klub baru.

"Saya memang sudah ada rencana. Kalau tidak ada halangan, ada klub ISL yang mau. Mudah-mudahan semua tidak ada halangan. Nanti kalau saya deal ke sana, saya kasih kabar ya," pungkasnya.

Sebelumnya, Manajer PSMS PT Liga, Sarwono menjelaskan Markus Haris Maulana sudah menjalin komunikasi dengannya.

"Markus mau ditarik kemari. Sudah SMS dan telepon saya. Kami harus mencari kiper yang profesional harus di atas Herman Batak," ungkapnya.

Namun, kepastian Markus memperkuat tim belum diputuskan. Pasalnya, pembicaraan masih seputar harga yang ditawar mantan kiper timnas tersebut kepada Sarwono.

"Kami sudah bicara harga, Markus minta harga Rp50 juta per bulan dan dia menjanjikan bisa melobi sponsor. Itu tawaran dari dia [Markus]. Kami belum bisa kasih jawaban, karena ini berhubungan dengan kemampuan kami untuk membayar," ungkapnya. (gk-38)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait