thumbnail Halo,
Suporter Tak Setuju Persid Jember Dijual

Suporter Tak Setuju Persid Jember Dijual

Liga Indonesia

Para suporter menilai, Persid sudah menjadi salah satu ikon kabupaten Jember.


LIPUTAN  HAMZAH ARFAH     DARI  JEMBER    
Bak bola panas, wacana mengenai penjualan klub Persid Jember bila tidak mempunyai dana berkompetisi musim 2012/13, yang dilontarkan ketua umum (ketum) dan ketua Yayasan Persid Jember Sunardi beberapa waktu lalu, langsung menuai reaksi keras dari kalangan suporter.

Para suporter setia Persid yang tergabung dalam Jember Brani atau yang biasa dikenal dengan sebutan Berni, dengan tegas menolak rencana penjualan tersebut. Mereka pun lantas mempertanyakan alasan kuat dasar mengenai wacana penjualan tersebut. Apalagi para suporter menilai, Persid sudah menjadi salah satu ikon kabupaten Jember.

"Sejak berdiri pada 1952, Persid selain jadi ikon Jember juga sudah menjadi salah satu pusaka [warisan bagi masyarakat Jember]. Jadi tidak mudah menjual Persid. Memang Persid milik siapa? Milik Yayasan atau perseorangan begitu?" ungkap salah satu pentolan Berni Wardoyo Ahmad kepada GOAL.com Indonesia.

Karenanya, Wardoyo meminta kepada pengurus Persid agar segera mengembalikan mandat kepada pemerintah kabupaten dan DPRD Jember, jika tidak bisa mengelola klub kesayangan mereka. Sebab, mereka menilai Pemkab dan DPRD Jember jauh lebih berhak mengelola, karena sejak lahir Persid dibiayai dana dari APBD.

"Kalau mau menjual, seharusnya dia [Sunardi] musyawarah terlebih dulu sama pemilik Persid. Dan, itu tentu saja masyarakat Jember,” tegas Wardoyo.

Bahkan ada yang bereaksi lebih reaktif, terkait wacana penjualan Persid tersebut, yakni menuntut pembubaran Yayasan Persid Jember. Padahal, Yayasan Persid Jember sendiri merupakan yayasan yang dibentuk bersama oleh perwakilan pengurus Persid, Pemkab Jember, KONI Jember, dan DPRD Jember.

Yayasan Persid dibentuk, sebagai salah satu cara untuk menyikapi pelarangan penggunaan dana APBD untuk klub sepakbola profesional. Dengan keberadaan yayasan ini, diharapkan Persid sudah bukan lagi menjadi klub plat merah.

Namun, sejak pembentukannya pada 2011, Yayasan Persid Jember memang belum menunjukkan kinerja meyakinkan sampai saat ini. Yayasan yang digadang bakal mandiri, ternyata belum mampu mendatangkan investor dan sponsor. Wajar saja, jika ada sebagian suporter yang justru ragu, dan mempertanyakan kinerja para pengurus yayasan.

"Yayasan Persid Jember harus dibubarkan, karena produk ini struktur organisasinya cacat. Perwakilan suporter Berni tidak dilibatkan dalam pembuatan akta pendirian. Kami merasa berhak turut serta dalam setiap gerakan ke arah kemajuan Persid, termasuk dalam pendirian yayasan," ucap ketua umum Berni Agus Rizki.

Yayasan selama ini juga dinilai oleh Agus, belum memiliki kewenangan mengesahkan setiap kebijakan yang dibuat pengurus Persid.

"Maka lebih baik, kalau Yayasan Persid Jember ditata ulang, dengan melibatkan keberadaan suporter," sambungnya.

Namun tak hanya sekedar mengkritisi, sebagian suporter juga ada yang sumbang pikiran buat menyelamatkan Persid dari ancaman penjualan. Seperti yang dilontarkan Iwan, ia menyarankan kepada pengurus Persid saat ini, agar mengoptimalkan dana dari pemasukan ticketing dan berbagai macam acara penggalangan dana.

“Ada baiknya juga, mengoptimalkan penjualan merchandise. Bupati juga harus membantu mencari investor dan sponsor yang bagus untuk membantu Persid. Acara penggalangan dana kepada masyarakat, juga tak ada salahnya dicoba. Kalau sudah begitu, manajemen juga harus bekerja lebih baik," kata Iwan.

Persid memang tengah mengalami krisis finansial dan terancam tak bisa mengikuti kompetisi Divisi Utama musim 2012/13 di bawah naungan PT Liga Indonesia. Menurut ketum Persid Sunardi,  timnya diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp2 miliar untuk dapat mengikuti kompetisi musim 2012/13. (gk-43)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait