thumbnail Halo,

Ketua PSSI Sumut, Darwin Samsul kepada GOAL.com Indonesia menjelaskan akan menghadiri Kongres Luar Biasa (KLB) Palangkaraya.


LIPUTAN  NINA RIALITA     DARI  MEDAN    
PSSI Sumatera Utara akan menghadiri kedua kongres yang diagendakan dilegar di Palangkaraya oleh PSSI dan di Jakarta oleh KPSI, Senin (10/12). Konflik dualisme juga masih merajalela di Sumut, baik PSSI serta PSMS Medan.

Saat ini, PSSI Sumut diketuai oleh Darwin Samsul yang juga menjadi voter kongres Palangkaraya sebelumnya. Namun, gugatan PSSI versi Kamaluddin Harahap dimenangkan oleh keputusan Badan Aribtrase Olahraga Indonesia (BAORI), Agustus 2012 lalu. Dualisme kepengurusan PSSI di Sumut sejak lama terjadi, namun perseteruan versi Darwin Samsul dan versi Kamaluddin berlangsung saat hasil Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) PSSI Sumut di Hotel ASEAN, 18 September 2011 lalu yang memutuskan memilih Darwin Samsul sebagai ketua dan dilantik oleh Komite Ekskutif  PSSI Sihar Sitorus di lokasi yang sama 12 Desember 2012.

Kamaluddin yang saat itu juga mencalonkan diri sebagai ketua PSSI Sumut merasa dirugikan dengan pelaksanaan Musprovlub yang dihadiri Djohar Arifin itu. Alhasil, saat itu Musprovlub berlangsung ricuh. Pemilihan ketua umum PSSI Sumut yang digawangi oleh Ketua Panitia Catur Agus Saptono dan wakilnya, Sarluhut Napitupulu tidak mengakomodir aspirasi sebagian besar peserta Musprovlub yang juga pemilik suara di musyawarah tersebut.  Pasca-PSSI Pusat memilih Darwin Samsul sebagai ketua umum PSSI Sumut, dan di ruangan yang sama di waktu yang berselang berapa saat, suara yang tidak diakomodir membuat Musprovlub tandingan dan hasilnya memilih Kamaluddin Harahap juga sebagai ketua umum PSSI Sumut. Kamaluddin kemudian membawa kasus ini ke BAORI.

Ketua PSSI Sumut, Darwin Samsul kepada GOAL.com Indonesia menjelaskan akan menghadiri Kongres Luar Biasa (KLB) Palangkaraya. “Saya dan Sekjen akan ke Palangkaraya. Misi khusus PSSI Sumut adalah hanya ada satu kompetisi PSSI yang diakui AFC dan FIFA. Di Palangkaraya nanti semua Pengprov PSSI wajib membawa SK yang ditandatangani Ketum PSSI,” ujarnya, Minggu siang sebelum berangkat ke Palangkaraya.

Dari Sumut, lanjutnya ada lima suara klub dan 1 Pengrov PSSI. “Pro Duta (IPL), PSMS (divisi utama), TGM, Bintang Timur dan PSDS (divisi satu). Untuk PSMS, versi Benny Sihotang yang diakui PSSI dan diundang ke Palangkaraya,” timpalnya. Soal Kamaluddin, Darwin enggan berkomentar banyak. “SK Kamaluddin siapa yang teken. Yang pasti sesuai statuta, PSSI hanya tunduk ke Badan Arbitrase yang diakui FIFA bukan arbitrase yang lain seperti BAORI,” kilahnya.

Tentang kongres yang diputuskan menggunakan voters Solo, Darwin tak menampiknya. “Peserta kongres adalah pemilik suara kongres Solo, jadi bukan masalah tempatnya di Palangkaraya. Yang terdaftar adalah insitusi Pengprov PSSI Sumut bukan perorangan. Karena pemilik suara kongres adalah pengprov,” tukasnya. Di Kongres Solo sebelumnya, suara Sumut terdaftar adalah Erwis Fauziah Lubis, saat itu PSSI Sumut sudah juga dilanda dualisme.

Mantan Ketua Pengcab PSSI Kota Medan ini menambahkan tidak ingin FIFA memberi sanksi kepada Indonesia, jika kedua PSSI dan KPSI tetap menjalankan dua kongres.  “Saya tak ingin Indonesia kena sanksi, walau kalau insting saya Indonesia sangat besar peluang disanksi. Jelas kita rugi kalau disanksi. Tapi, kita lihat saja nanti apa keputusan kongresnya, termasuk siapa yang salah dan yang benar,” bebernya.

Sementara itu, Kamaluddin Harahap enggan bersuara banyak. Lewat BBM, Kamaluddin hanya mengatakan akan berangkat ke kongres KPSI. “Insya Allah saya ikut kongres KPSI,” tulisnya singkat.

Sedangkan dari PSMS versi Indra Sakti akan mengikuti Kongres KPSI di Jakarta. Ini sesuai dengan keikutsertaan PSMS ini di kompetisi divisi utama PT Liga Indonesia. Indra Sakti berangkat bersama beberapa pengurus lainnya. Indra mengatakan apapun hasil kongres pihaknya akan mematuhi, pun begitu Indra yakin kompetisi divisi utama PT Liga akan tetap bergulir.

Dari PSMS versi Benny Sihotang juga berangkat ke Kongres PSSI di Palangkaraya. “Dari PSMS yang berangkat Julius Raja (asisten manajer dan wakil ketua umum) dan Sapitra (sekretaris klub). Mereka sudah berangkat tadi pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Sejauh ini, masih Sapitra yang sudah di lokasi. Ketua umum tidak jadi berangkat, karena ingin lebih fokus memperkuat organisasi dari berbagai sisi agar perjalanan klub tidak compang camping seperti tahun sebelumnya. Namun pengurus sepakat membawa konsep ke kongres untuk mendukung satu kompetisi,” ujar Harizal, Media Officer PSMS Benny Sihotang.

“Ketua umum juga berharap, agar menjadi tugas bersama agar sepakbola di negeri ini kembali normal. Jika kompetisi sudah satu, maka ke bawah akan ikut. Prosesnya bagaimana, nanti kita lihat bersama hasilnya,” ungkapnya.

Sementara itu, President Pro Duta FC, Wahyu Wahab menjelaskan pihak akan tetap datang ke Kongres PSSI di Palangkaraya. Ada dua perwakilan dari Pro Duta yang akan menghadiri kongres tersebut. “Saya dan Rudi Sihombing (CEO Pro Duta) berangkat Minggu siang,” ujar Wahyu.  (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait