thumbnail Halo,

Indra Sakti masih menanti keputusan PT Liga Indonesia.

Realiasi pencairan panjar para pemain di skuat PSMS versi ketua umum Indra Sakti Harahap jauh dari harapan. Hanya dua dari 14 pemain yang digadang menerima "dana tunggu" (istilah pengurus) dengan nilai Rp5 juta hingga Rp10 juta, selebihnya memilih menolak. Fajar Handika dan Saktiawan Sinaga di antara pemain yang mengabaikan.

Para pemain meminta panjar atau uang tanda di awal sebanyak 25 persen dari kontrak. Namun, pengurus belum mampu memenuhi hal tersebut. Indra Sakti mengakui, baru dua pemain yang mau menerima jumlah uang tersebut.

"Saya kan sudah jelaskan kepada pemain soal kondisi sebenarnya. Jadi sementara hanya dana tunggu untuk menghargai kerja keras mereka selama ini mau mengikuti persiapan, baik itu latihan dan seleksi. Yang kemarin mengurus ini Heru Prawono. Laporan ke saya hanya dua yang menerima. Yang lain menolak," ujarnya kepada GOAL.com Indonesia.

Indra menjelaskan, soal belum jelasnya ranah kompetisi ke depan yang akan diikuti pihaknya menjadi kendala kontrak pemain.

"Jadi kami belum bisa masuk ke wilayah hukum. Karena, kami Kontrak pemain ditandatangani di atas materai yang artinya memiliki landasan hukum. Di draft kontrak pemain, akan dicantumkan kompetisi yang akan diikuti PSMS Medan. Jika belum ada kepastian kompetisi mana yang bakal diikuti, kontrak yang ditandatangani pemain akan membawa masalah besar bagi kami sebagai pengurus," tegasnya.

Dia mengurai, jika draf kontrak pemain yang ditandatangi  beda dengan fakta di lapangan kemudian hari, maka pihaknya bisa bermasalah, termasuk persoalan kompetisi ini. Dia mengambil contoh, pihaknya memang menargetkan main di bawah PT Liga, namun jika kemudian hari tidak jadi, dan pemain yang sudah setuju bermain di PT Liga, akan menuntut pengurus.

Kondisi ini pun, membuat Indra tak bisa menyalahkan pemain jika memilih jalan hengkang dan mencari klub yang memberikan kepastian lebih cepat.

"Ya kami tidak bisa menghalang-halangi pemain, karena mereka punya hak. Tapi, kami harapkan pengertian pemain," timpalnya.

 “Kami tidak mau memanjar itu kepada pemain karena tidak mau memanipulasi kontrak. Kami tidak mau “bermain” di wilayah hukum itu. Uang itu akan diberikan ketika pengesahan PT Li diberikan kepada kami," lanjutnya.

Dia menyebutkan, saat ini perkembangan pihaknya untuk mendapatkan tempat di PT Liga sudah 50 persen.

“Pada saat kami mendaftarkan PSMS ini ke PT LI, Pak Joko [CEO PT LI Joko Driyono] meminta kami bersinergi dengan manajemen PSMS lama di bawah kepempinan Idris, yang intinya, kami tidak bisa masuk ke PT LI sebelum komunikasi dengan manajemen lama. Nah setelahnya, kami mulai menjalin komunikasi itu dengan pak Idris. Masalah sinergisasi dengan pengurus lama sudah selesai. Keinginan pak Joko sudah diikuti, 50 persen pertama sudah oke. Saat ini yang kami tunggu adalah jawaban dari pihak PT LI,”  pungkasnya. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait