thumbnail Halo,

Pelatih Sepakbola PON Sumut, Rudi Saari menjelaskan, pemanggilan pemain PON sudah jauh hari dilakukan, namun hanya sebatas lisan. Surat resmi dari PSSI tiba Kamis (11/10).

Dua pesepakbola PON Sumut, Safri Koto (striker) dan Agung Prasetyo (bek) dipanggil masuk skuat timnas U-23. Keduanya sudah berangkat dari Medan menuju Solo, Sabtu pagi (13/10) untuk memperkuat timnas U-23 di ajang Batik Cup 19-21 Oktober di Stadion Manahan.

Pelatih Sepakbola PON Sumut, Rudi Saari menjelaskan, pemanggilan pemain PON sudah jauh hari dilakukan, namun hanya sebatas lisan. Surat resmi dari PSSI tiba Kamis (11/10). "Awalnya disuruh datang, tapi tanpa surat. Surat resminya baru datang Kamis. Dan harusnya mau berangkat Jumat, tapi penerbangan padat, sehingga Sabtu baru bisa ke sana (Solo)," ujarnya.

Pemantauan skill skuat PON Sumut dilakukan PSSI saat Sumut lawan Papua di Semifinal Sepakbola PON Riau. Ada lima pemain PON Sumut yang masuk radar PSSI, namun hanya dua pemain, yakni Safri Koto dan Agung yang menemui kriteria usia. "Yang terpilih Safri dan Agung karena kelahiran tahun 1990. Dari lima yang diincar, mereka berdualah yang sesuai kriteria usia untuk timnas U-23," ungkapnya.

Rudi mengatakan senang dengan pemanggilan pemainnya. "Saya bangga, anak-anak bisa memperkuat timnas. Semoga bersama timnas, mereka bisa semakin baik baik secara skill dan mental," bebernya.

Mantan arsitek PSMS ini juga menyinggung soal tidak ada satupun pemain PON yang ikut seleksi PSMS. Dia tidak ingin dianggap sebagai figur yang membentengi pemainnya untuk berkarir, apalagi untuk klub PSMS. "Kalaupun mereka tidak ikut seleksi bukan karena abang. Malah abang bilang ke anak-anak, kalau mau bermain di klub profesional lain harus bermain di PSMS. Jadi semua keputusan anak-anak sendiri," tuturnya.

Safri Koto yang dimintai komentarnya sebelum berangkat, di Bandara Polonia, mengaku senang bisa membela timnas. "Ini pengalaman berharga buat saya dan senang sekali bisa menambah pengalaman," ungkapnya.

Dia juga mengurai, ingin fokus melakoni partai bersama timnas daripada soal masa depan di klub. Safri mengaku masih bingung, meskipun sudah menerima tawaran dari salah satu klub di Pulau Jawa. Apalagi niat awalnya, adalah berkostum PSMS. Namun dualisme Ayam Kinantan-julukan PSMS membuatnya berpikir dua kali. Sehingga memilih tidak ingin ikut seleksi di PSMS.

"Saya bingung dengan PSMS yang ada dua. Saya sangat ingin seleksi di PSMS, karena memang saya mau jadi bagian PSMS dan cita-cita saya main di PSMS. Tapi, untuk saat ini saya pilih fokus latihan dan bermain bersama timnas," pungkasnya.  (gk-38)

Terkait