thumbnail Halo,

Rencana merger kedua klub telah mendapat penolakan dari The Lobster Mania.

Wacana merger antara tim Pelita Jaya Karawang dengan Deltras Sidoarjo, memang belum ditemui titik temunya sampai saat ini. Sejauh ini, yang tampak ngotot untuk melakukan merger adalah kubu Pelita Jaya.

Hal ini terlihat dari beberapa kali pembicaraan yang dilakukan di jajaran internal Pelita Jaya, untuk membahas merger ini. Sebaliknya, kubu Deltras malah terlihat adem-ayem tentang merger ini. Bahkan, penolakan sudah dilakukan oleh The Lobster Mania (julukan bagi suporter setia Deltras). Mereka menyatakan haram melakukan merger dengan tim lain.

Upaya merger ini dipercaya, bisa menyelamatkan finansial kedua klub milik Bakrie Grup tersebut. Namun, merger tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak perbedaan di kedua klub yang harus disamakan, dan hal ini tidak mudah.

"Merger ini mustahil dilakukan. Kedua klub memiliki sejarah dan suporter yang berbeda," ungkap Media Officer Deltras Sidoarjo Caturahadi saat dikonfirmasi oleh GOAL.com Indonesia.

Selain itu, terang pria yang akrab disapa Catur ini, merger akan sulit dilakukan karena kedua klub memiliki kasta yang berbeda. Deltras musim ini akan bermain di pentas Divisi Utama (DU), sedangkan Pelita Jaya akan bermain di pentas Indonesia Super League (ISL) atau satu tingkat di atas kasta DU.
"Nah, perbedaan inilah yang makin membuat merger jadi sulit dilakukan," tegas Catur singkat.

Sementara itu, tiga pemain mantan Deltras musim lalu yakni Qischil Gandrum, Benny Wahyudi dan Purwaka Yudhi, sudah resmi menandatangani pra-kontrak bersama Arema yang berlaga di ISL. Bahkan bek sayap Deltras Waluyo, pun juga ikut berlatih bersama Dendi Santoso dkk sejak dua hari belakangan ini.

“Kami pilih ketiga pemain itu, karena kualitas individu mereka bisa berguna untuk kolektivitas Arema musim depan,” kata Direktur utama Arema, Ruddy Widodo.

Ruddy menuturkan, tidak ragu tentang pilihan tiga eks-Deltras tersebut, meski tim yang bermarkas di Stadion Gelora Delta ini sudah lengser dari liga kasta tertinggi. Ruddy pun menampik kabar, jika pemilihan ketiga pemain ini karena faktor murahnya harga. Mereka terkesan cocok, lantaran mereka pernah bergabung di Arema pada musim sebelumnya, sebelum pindah ke Deltras.

“Harga mahal belum jaminan berkualitas, dan yang kami cari bukan nilai mahal harganya, tapi mahal kualitasnya. Dan ketiga pemain itu masuk dalam kategori mahal kualitas dengan harga yang rasional,” sambungnya.

Ruddy beralasan, faktor kekompakan dan kolektivitas jadi pertimbangan manajemen merekrut ketiga itu. Dari ketiga pemain, dua di antaranya Benny Wahyudi dan Waluyo pernah menjadi pasukan utama Arema selama tiga musim. Sementara Purwaka Yudhi dua musim bersama Arema, sedang Qischil baru kali ini berseragam Singo Edan. (gk-43)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.


Terkait