thumbnail Halo,

Demi menambah kas klub, manajemen Laskar Wong Kito menjual sepeda...

Seharusnya berdasarkan jadwal, tim Sriwijaya FC akan bertolak ke Papua, Kamis (10/05) pagi, namun secara mendadak, manajemen tim menunda keberangkatan tim ke Papua. Rencananya jika tidak ada halangan, Kieth Kayamba dkk baru akan berangkat ke Papua, Jumat (11/05) sore.
 
Penundaan keberangkatan tim Sriwijaya FC ini dibenarkan asisten manajer Sriwijaya FC Jamaluddin” Awalnya kita akan berangkat Kamis pagi membawa 21 pemain, namun karena ada alasan teknis, keberangkatan di tunda. Belum tahu pastinya kapan berangkat, tapi kemungkinan besar, Jumat sore kita berangkat dari Palembang,” ujar Jamaluddin  
 
Jamaluddin tidak menjelaskan alasan penundaan keberangkatan, namun besarnya biaya ke Papua disinyalir menjadi alasan Sriwijaya FC menunda keberangkatan.” Biaya ke Papua sangat besar, tidak kurang 500 juta kita keluarkan untuk bertanding ke sana. Biaya hidup satu hari sangat mahal di sana, “ kata Jamaluddin.
 
Dengan penundaan keberangkatan satu hari, Sriwijaya FC berharap bisa menghemat biaya hingga puluhan juta rupiah.

Sementara itu langkah inofatif dikeluarkan manajemen Laskar Wong Kito untuk menambah kas tim.  Selain terus menambah sponsor, Sriwijaya FC juga menambah pemasukan klub dengan berjualan asesoris dan pernak-pernik berlogo klub. Terbaru Sriwijaya FC menjual sepeda jenis fixie berlogo tim.

Untuk tahap awal ini, puluhan sepeda akan dijual secara bebas oleh Sriwijaya FC.” Tahap awal kita kita akan jual puluhan sepeda berlogo Sriwijaya FC. Kalau penjualan ini mendapat respon baik dari pasar, maka kita akan tambah lagi. Sepeda berlogo Sriwijaya FC ini kami jual ke pasaran untuk mengakomodir keinginan para pecinta Sriwijaya FC,” kata Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin, Kamis (10/05) kepada GOAL.com Indonesia.

Dikatakan Hendri, bagi pengumpul pernak-pernik Sriwijaya FC, inilah kesempatan untuk menambah koleksi. Apalagi saat ini bersepeda sudah menjadi salah satu gaya hidup masyarakat Sumsel. “ Harga sepeda itu relatif murah yaitu  Rp2,5 juta untuk satu buah sepeda . Biasanya untuk sepeda yang kami produksi ini biayanya  mencapai Rp7-10 juta, sementara kami hanya mencapai Rp2,5 juta. Karena masih bersifat home industri sehingga relatif kecil dalam biaya produksi," katanya.

Dikatakannya perusahaan yang berkerjasama dengan Sriwijaya FC  siap memproduksi massal sepeda berlogo Sriwijaya FC ini  sesuai permintaan. "Sebelumnya kita sudah bekerjasama dengan Yamaha untuk memproduksi sepeda motor berlogo Sriwijaya FC. Sekarang giliran sepeda berlogo Sriwijaya FC yang akan kita lempar ke pasaran,” ujar Hendri.

Menurut Hendri, pihak perusahaan akan memberikan garansi, jadi para pembeli tidak usah khawatir terhadap kualitas sepeda yang dijual. “ Contoh garansi yang kita berikan adalah, pihak perusahaan memberikan garansi rangka patah,” ujarnya. (gk-42)

Terkait