Jimat Santos, Neymar, absen dari latihan tim utama setelah mengalami gejala flu jelang derby krusial melawan Corinthians pada hari Minggu. Superstar Brasil itu diistirahatkan sebagai langkah pencegahan dalam sesi latihan kedua terakhir sebelum laga klasik tersebut, tetapi klub tetap berharap kapten mereka akan pulih tepat waktu untuk tampil di Neo Quimica Arena.
Santos resmi terbebas dari embargo transfer FIFA setelah agensi keluarga Neymar, NR Sports, turun tangan dengan paket penyelamatan finansial yang krusial. Suntikan dana itu memungkinkan klub Brasil tersebut melunasi utang sebesar £1,7 juta kepada Monaco terkait Jean Lucas, sehingga mereka bisa mendaftarkan rekrutan baru dalam upaya menjauh dari ancaman degradasi.
Neymar telah menjelaskan alasannya absen dari skuad Santos setelah menyaksikan timnya tumbang 3-0 dari rival berat Palmeiras di Copa do Brasil. Penyerang 34 tahun itu sama sekali tidak masuk skuad pada leg pertama babak 16 besar hari Rabu, yang memicu sorotan tajam setelah penampilan tumpul Santos di Nubank Parque.
Direktur eksekutif sepakbola Santos, Alexandre Mattos, menegaskan bahwa keputusan tidak memasukkan Neymar dalam kekalahan 3-0 dari Palmeiras di Copa do Brasil murni karena alasan taktis. Penyerang veteran itu tidak dicantumkan dalam daftar susunan tim untuk pertandingan tersebut, memicu perdebatan soal kondisi fisiknya dan permukaan sintetis di stadion.
Neymar masuk dalam skuad Santos untuk leg pertama perempat final Copa do Brasil pada Rabu melawan rival sengit Palmeiras. Masuknya sang penyerang terjadi meski ada kekhawatiran yang sudah lama terkait rumput sintetis di Nubank Parque, dengan pemain berusia 34 tahun itu sebelumnya menyatakan keengganan besar untuk mempertaruhkan kebugarannya di permukaan sintetis.
Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dilaporkan telah menjalin kontak dengan perwakilan bintang muda Santos, Robinho Jr., untuk membahas kemungkinan masa depan bersama tim nasional Italia. Meski remaja itu sudah masuk radar tim nasional Brasil, kelayakannya membela Italia telah membuka peluang terjadinya tarik-ulur di level internasional terkait pilihan kesetiaannya.