
Rangkuman
Dihasilkan olehKekalahan dramatis 3-2 dari Sassuolo di Mapei Stadium menjadi pukulan telak bagi Juventus dan membuka perdebatan serius soal arah tim besutan Luciano Spalletti. Gol penentu dicetak Vasilije Adzic di menit akhir babak tambahan waktu, tepat setahun setelah pemain pinjaman itu memutuskan Derby d'Italia untuk Juventus. Hasil ini membuat Bianconeri tertahan di posisi delapan klasemen Serie A dengan tujuh poin dari empat pertandingan.
Masalah terbesar Spalletti bukan sekadar satu hasil buruk, melainkan krisis di lini tengah. Cedera panjang Manuel Locatelli dan Khephren Thuram memaksa tim bergantung pada Teun Koopmeiners dan Douglas Luiz, dua pemain yang musim lalu justru dianggap gagal. Kabar positif datang dari Pape Sarr yang mulai pulih dari masalah fisik yang dibawa dari Tottenham, namun kondisinya belum sepenuhnya ideal. Sementara itu, lini serang juga belum menemukan ketajamannya, dengan Randal Kolo Muani dan Nick Woltemade sama-sama tampil jauh dari harapan.
Meski sebagian suporter menginginkan pergantian pelatih dan menyebut nama Antonio Conte, CEO Giovanni Carnevali menegaskan kepercayaannya kepada Spalletti. Tekanan tetap ada, dan Spalletti dituntut menemukan solusi taktis nyata, terutama di lini tengah. Juventus kini beralih fokus ke kompetisi Eropa, menyambut NEC Nijmegen di Allianz Stadium pada 17 September dalam laga Europa League, sebuah kesempatan untuk membangun kembali kepercayaan diri tim.
Ikhtisar Juventus
Klasemen
Scommesse in primo piano



.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)
.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)

