OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN
Nama Evan Dimas Darmono sebagai salah satu pemain muda potensial yang dimiliki Indonesia terus meroket. Dia pun sudah bisa merasakan manisnya gelar juara kompetisi kasta tertinggi di Indonesia saat baru menginjak usia 22 tahun.
Tepatnya, dia berhasil menjuarai Liga 1 2017 bersama Bhayangkara FC. Sejatinya, Bhayangkara di awal musim bukan lah tim yang diperhitungkan sebagai tim yang bakal menjadi juara. Tim yang dilatih Simon McMenemy itu hanya diperkirakan bakal menjadi "kuda hitam" di antara nama besar klub lainnya yang berambisi jadi juara.
Tapi kombinasi pemain muda dan senior yang berhasil diracik secara apik oleh McMenemy, membuat The Guardians begitu superior dan solid dalam permainan. Evan pun seakan menjadi metronom di lini tengah. Tak jarang, umpan-umpan terukurnya mampu memanjakan lini depan Bhayangkara.
Tampil dalam 20 pertandingan, pemain asal Surabaya itu mengemas satu gol dan lima assist.
McMenemy sendiri mengakui cukup kehilangan sosok Evan pada musim 2018. Seperti diketahui, Evan bersama Ilham Udin Armaiyn memilih untuk melanjutkan kariernya bersama klub Malaysia, Selangor FA, pada musim ini.
"Untuk Evan sulit mencari penggantinya, karena Evan pemain yang fantastis," kata McMenemy.
Bersama timnas Indonesia, Evan pun menjadi pilihan utama pelatih Luis Milla Aspas di lini tengah skuat Pra Piala Asia U-23 2018 dan SEA Games 2017. Sayangnya, Evan hanya mampu membawa skuat Garuda Muda meraih medali perunggu pada SEA Games edisi itu.
Namun begitu, penampilan moncer yang ditunjukkan Evan Dimas dan kawan-kawan pada ajang yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, itu, tetap menuai pujian.
"Semua pemain di timnas adalah pemain penting, termasuk Evan Dimas pemain penting di tim kami," ucap Milla.
Berkat performa apiknya sepanjang 2017, pemain kelahiran, 13 Maret 1995, itu terpilih menjadi pemuncak GOAL 25 2017. Itu berdasarkan hasil pilihan koresponden dan redaksi Goal Indonesia, yang telah dilakukan beberapa waktu lalu.
Akhir kata, selamat untuk Evan dan jangan lelah berprestasi!


