PSSI sudah memastikan bahwa Luis Milla bakal tetap dipertahankan sebagai pelatih timnas Indonesia. Meski pelatih asal Spanyol itu gagal memenuhi target empat besar pada Asian Games 2018.
Milla memang hanya bisa membawa Indonesia sampai 16 besar Asian Games, dan kontrak awal mantan pemain Real Madrid itu hanya sampai akhir Asian Games, atau pengujung Agustus tahun ini.
Edy Rahmayadi, ketua umum PSSI, menolak pendapat bahwa Milla dipertahankan berdasarkan desakan masyarakat Indonesia. "Itu semua karena rapat Exco (Komite Eksekutif), enam setuju, empat tidak, tiga abstain," ucap Edy, Selasa (28/8).
"Luis Milla memberikan kultur dan merubah warna sepakbola kita. Sehingga kami tahu persis ke mana untuk melakukan pembinaan sepakbola anak-anak kita ini," tutur Edy soal alasan memperpanjang kontrak dari Milla.
Hingga sesi jumpa pers digelar, Edy mengakui bahwa Milla belum membubuhkan tanda tangan pada kontrak barunya karena masih meminta waktu istirahat bersama keluarganya. Proyek Milla bersama Indonesia nantinya adalah Piala AFF dan SEA Games 2019.
Selain mengumumkan bahwa PSSI sudah menetapkan untuk memperpanjang kontrak dari Milla, Edy pun menyampaikan permintaan maaf karena Garuda Muda telah gagak mewujudkan target empat besar Asian Games.
"Kepada seluruh bangsa dan rakyat negara kesatuan republik Indonesia ini, kami, saya sebagai ketua umum PSSI ini dengan seluruh Exco yang ada di samping saya, kami mohon maaf belum bisa mewujudkan target sepakbola untuk kebanggaan kita, bangsa Indonesia."
"PSSI ini adalah amanat rakyat, karena PSSI adalah perekat daripada anak bangsa, kami sadar akan itu sehingga kami berjuang untuk yang terbaik bagi sepakbola Indonesia."
Goal Indonesia