Inilah Alasan Semen Padang Pilih IPL

Semen Padang hanya mau berkiprah dalam kompetisi yang resmi.
Manajemen Semen Padang FC telah membuat keputusan final soal kompetisi yang akan diikuti musim 2011/12. Pilihannya adalah tampil di Indonesian Primier League (IPL) yang digagas PSSI dan dikelola PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (PT. LPIS). Inilah alasan "Kabau Sirah" memilih IPL

Intinya, Semen Padang hanya mau berkiprah dalam kompetisi yang resmi, atau kompetisi yang berada di bawah naungan federasi yang sah. Itu sesuai dengan komitmen Semen Padang, mereka tidak akan pindah ke kompetisi tandingan lainnya di luar PSSI.

Sikap tegas itu diungkapkan direktur utama PT. Kabau Sirah Semen Padang (KSSP) H. Erizal Anwar yang dihubungi GOAL.com Indonesia, Rabu (26/10). "Keputusan kita di PT.KSSP sudah final. Semen Padang FC hanya ikut di kompetisi yang resmi dari PSSI, yaitu Indonesia Premiere League (IPL). Apalagi kita sudah melakukan laga pembuka. Dari awal kita memang akan turun di IPL karena memang kompetisi itu yang sah," papar Erizal Anwar.

Dikatakan Erizal, PSSI di bawah komando Djohar Arifin Husein telah membentuk pengelola kompetisi musim ini dengan bendera PT. Liga Prima Indonesia yang berbadan hukum. Otomatis mereka yang berhak menggelar kompetisi yang dibentuk PSSI itu.

Apalagi PSSI telah mencabut mandat PT. Liga Indonesia (PT LI) sebagai penyelenggara kompetisi profesional sebelum ini di Indonesia. Pencabutan itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor: SKEP/21/JAH/VIII/2011 yang ditandatangani ketua umum PSSI Djohar Arifin Husein pada 22 Agustus 2011. "Dengan demikian, PT LI sudah tidak memiliki kewenangan apa pun yang berkaitan dengan penyelenggaraan kompetisi profesional di bawah yurisdiksi PSSI," kata Erizal.

Selain itu, di Statuta PSSI pada Pasal 79 ayat (1) huruf a jelas-jelas disebutkan, PSSI mengatur, mengelola, dan menyelenggarakan kompetisi sepakbola profesional. Selanjutnya, Pasal 79 ayat (2) Statuta PSSI menetapkan, Komite Eksekutif dapat mendelegasikan pengelolaan kompetisi kepada liga di bawahnya.

Soal tidak mau pindah ke ISL atau kompetisi tandingan, kalau itu yang dilakukan Semen Padang, artinya sama dengan ikut kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) yang lalu. "Kalau musim lalu jelas, Kompetisi profesional PSSI yang resmi itu ISL, bukan LPI. Tapi PSSI kini membuat kompetisi profesionalnya IPL," ungkapnya.

Ditambahkan Erizal, soal ada beberapa klub yang berminat hijrah ke kompetisi di luar agenda resmi PSSI tidak semuanya benar pula. "Itu kan hanya beberapa klub yang kini persoalan internalnya belum selesai, seperti Persija, Arema, Persebaya, dan klub lainnya. Artinya, beberapa klub itu tidak terakomodir keinginannya di PSSI. Yang pasti, sekali lagi, kami menekankan SP tidak akan pindah ke kompetisi di luar agenda resmi PSSI," tegasnya.

Erizal Anwar menyadari pemicu ketidakpuasan beberapa klub yang disebut-sebut bakal mengikuti liga tandingan itu, salah satunya soal kepemilikan saham yang dijanjikan pada Kongres di Bali lalu yakni 99 persen untuk klub. "Karena PSSI hanya menetapkan kepemilikan saham 30 persen untuk klub dan itu tidak sesuai dengan Kongres Bali lalu. Tapi kita mesti memahami bahwa pasca PSSI tidak lagi dipegang Nurdin Halid, RUPS belum pernah lagi digelar," terang Erizal.

Hanya saja, SP tetap akan berjuang soal kepemilikan saham klub itu  lebih besar dibandingkan PSSI. "Minimal kepemilikan saham mayoritas milik klub karena klub-lah yang berkompetisi. Soal ini kita tetap akan memperjuangkannya," ucapnya. (gk-33)

>> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Semua Berita Sepakbola Indonesia