thumbnail Halo,

Telah mengantongi "surat sakti" berupa SK pengampunan dari ketua umum PSSI, Christian Gonzales dipastikan bisa membela Persib Bandung.

Oleh Yuslan Kisra

Badan Liga Indonesia (BLI) akhirnya mengizinkan mantan striker Persik Kediri Christian Gonzales (foto) untuk membela klub barunya Persib Bandung, pada putaran kedua Superliga 2008/09, kompetisi paling bergengsi di tanah air musim ini.  

Hal tersebut karena yang bersangkutan telah mengantongi "surat sakti" berupa pembebasan dari ketua umum PSSI Nurdin Halid. Di mana dalam surat tersebut yang berupa SK (Surat Keputusan), Nurdin melalui hak prerogatifnya membebaskannya dari semua dosa-dosa yang dilakukan di putaran pertama lalu.

"Gonzales boleh membela Persib di putaran kedua Superliga. Segala persyaratannya telah dilengkapi sehingga BLI mengizinkannya untuk bermain," kata Joko Driyono, direktur kompetisi BLI, dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (6/2).

Dasarnya lanjut Joko, adalah SK dari ketua umum, sehingga BLI dipastikan tidak bisa berbuat banyak. Ditanya mengenai hukuman yang seharusnya masih dijalani Gonzalez, Joko tidak bisa menjawab karena menurutnya hal itu bukan wewenangnya .

"Kalau mengenai hukumannya jangan tanyakan ke saya. Dengan SK Ketum itu, BLI tentu tidak bisa macam-macam lagi. Jadi, Gonzales bisa main bersama Persib. Hanya itu yang bisa saya katakan, selebihnya tidak ada," pungkas Joko, yang tampak tidak berdaya menghadapi hak prerogatif ketua umum untuk mengampuni siapa pun yang dihukum di PSSI.

Seperti diketahui, medio November 2008, komisi disiplin (Komdis) PSSI melarang Gonzalez bermain selama 12 bulan karena memukul bek PSMS Medan, Erwinsyah Hasibuan, usai pertandingan di Kediri. Keputusan Komdis itu diperkuat Komisi Banding (Komding).

Bagi Gonzales, itu merupakan sanksi kelima yang diterimanya sejak pertama kali merumput di Indonesia pada musim 2003. Sanksi pertama diterimanya saat masih berseragam PSM Makassar di putaran kedua pada musim kompetisi 2004.

Pemain asal Uruguay itu dihukum selama setahun karena memukul pengurus Persita Tangerang, di Stadion Benteng, Tangerang. Namun, enam bulan kemudian dia sudah bisa merumput lagi di Indonesia bersama Persik, di bawah asuhan manajer Iwan Budianto, yang tak lain adalah salah seorang anggota komite eksekutif (Exco) PSSI.

Pada babak final kompetisi 2006, Gonzalez menanduk striker PSIS Semarang Emanuel de Porras, sehingga dihukum larangan tampil di tiga pertandingan. Tetapi, hukuman itu tidak pernah dijalaninya. Pada musim kompetisi 2007, Gonzalez kembali dilarang bermain sebanyak tiga pertandingan karena meludahi wasit Hidayat di Stadion Purnawarman, Pelita Jaya Purwakarta.

Di babak delapan besar musim kompetisi 2007, Gonzalez kembali dihukum tiga pertandingan karena berkelahi dengan bek Persija Jakarta Herman Abanda, di Solo. Seperti di Purwakarta, sanksi yang diterimanya kali ini pun tidak pernah dijalani.

Terkait