thumbnail Halo,

Bintang Timnas Indonesia U-19 ini mengaku punya mimpi besar membela Barcelona, sembari menegaskan fokusnya kini hanya untuk Piala AFF U-18 2017.


LAPORAN   AHMAD REZA HIKMATYAR   DARI YANGON   Ikuti @rezahikmatyar di twitter

Egy Maulana Vikri sekarang jadi salah satu pesepakbola paling bersinar di Indonesia. Performa briliannya bersama Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-18 2017, membuat semua sorotan tertuju padanya.

Mampu diposisikan sebagai gelandang serang maupun winger, Egy memiliki atribut yang lengkap. Dia punya kecepatan tinggi, kecerdasan taktik yang mumpuni, tembakan keras nan akurat, dan yang paling memukau tentu saja gocekan mautnya.

Ditambah parasnya yang tampan, pemain kelahiran Medan ini tentu saja mudah jadi idola para pecinta sepakbola terutama kaum hawa. Goal Indonesia kemudian berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Egy, yang tengah berjuang di Myanmar.

Egy bercerita tentang bagaimana dirinya merintis karier sebagai pesepakbola profesional, pengalamannya mengikuti seleksi Timnas U-22, hingga mimpinya membela klub raksasa Eropa Barcelona. Berikut petikan wawancara Goal Indonesia dengan pemain kelahiran 7 Juli 2000 tersebut:

Egy Maulana Vikri GFX ID

SIMAK JUGA: Egy Disamakan Dengan Messi

Bisa ceritakan bagaimana Anda mulai menyukai sepakbola?

Sejak kecil memang sudah suka menendang bola, dari saya mulai bisa berjalan. Selain itu bapak saya juga mantan pemain sepakbola, namanya Rahmad Syarifuddin. Bapak punya Sekolah Sepakbola (SSB) sendiri di Medan, tapi saya sebenarnya baru bergabung dua atau tiga tahun lalu. Sebelumnya saya hanya ikut klub-klub biasa, nanti jika ada SSB mau pinjam [saya] baru dikasih.

Bagaimana Anda bertemu dengan Indra Sjafri?

Ketika menginjak usia sembilan tahun, saya masuk SSB Taman Setia Budi Indah (Tasbi). Dari situ barulah saya rutin mengikuti bermacam kompetisi. Saya pun jadi terpantau sama coach Indra, tapi sebenarnya yang membawa saya itu pak Subagja. 

Khusus coach Indra saya belum  bisa bicara banyak, karena saya belum lama dilatih beliau. Hubungan saya dahulu lebih kepada pak Bagja. Beliau adalah sosok yang selama ini membawa saya kemana-mana. Beliau yang menemukan saya, lalu beliau merekomendasikan saya ke coach Indra.

Saya kemudian diikutkan seleksi Timnas U-14, ketika pelatihnya masih Mundari Karya. Saya lolos, lantas ditawari masuk [sekolah olahraga] Ragunan. Ikut seleksi lagi untuk Timnas U-14, berlanjut ke Timnas U-16 sampai sekarang.

 

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

Apa target Anda bersama Timnas U-19 ini?

Juara Piala Dunia U-20 pastinya jadi keinginan kita semua. Tapi kita harus memulainya dahulu di ajang Piala AFF U-18 ini. Kita belum perlu berangan-angan juara, meski tentu saja kita ingin juara. Fokus satu per satu terlebih dahulu.

Sempat mengikuti seleksi timnas U-22, bagaimana kesan Anda?

Sewaktu mengikuti seleksi Timnas U-22, saya belum percaya diri. Apalagi bertemu para pemain yang lebih senior, saya yang paling kecil.

Awalnya saya sedikit takut dan merasa tidak enak, takut dikerjain. Apalagi ada idola saya juga di sana [Evan Dimas]. Namun ternyata ketika latihan semuanya fokus, tidak ada yang iseng. Mereka justru memberi masukan pada saya untuk berlatih lebih keras lagi.

Egy Maulana Vikri GFX ID

SIMAK JUGA: Pemandu Bakat Eropa Pengaruhi Milla Panggil Egy

Melihat performa Anda, apakah sudah banyak tawaran datang dari klub-klub di Indonesia?

Tawaran? Masih rahasia [sambil tersenyum]. Tapi jujur, saya tidak tahu apakah saya mendapat tawaran atau tidak. Hal-hal seperti itu sudah ditangani oleh pak Bagja.

Jika diberi pilihan untuk berkarier di Indonesia atau luar negeri, apa pilihan Anda?

Saya memilih bermain di luar negeri, saya mau berkarier di Eropa. Menurut saya di sana segalanya serba jelas, strukturnya sudah bagus. Impian saya ke Barcelona dan pemain favorit saya adalah Lionel Messi.

Terakhir, apakah Anda punya target pribadi di Piala AFF U-18 ini?

Tidak, saya tidak punya target pribadi, saya hanya ingin juara bersama tim!

 

Terkait