thumbnail Halo,

Indonesia juara grup G kualifikasi Piala Asia U-19 di Myanmar.


GOALOLEH FARABI FIRDAUSY     Ikuti di twitter

Laga pamungkas kualifikasi Piala Asia U-19 grup G akhirnya mempertemukan dua kekuatan besar sepakbola U-19 di Asia, Indonesia versus Korea Selatan. Menang adalah kewajiban bagi tim besutan Indra Sjafri bila ingin lolos sebagai juara grup G ke Myanmar pada 2014 nanti.

Laga ini dihiasi permainan ofensif dari kedua tim yang menerapkan skema 4-3-3, ditambah lagi pada babak pertama hujan lebat membasahi stadion utama Gelora Bung Karno.

Babak Pertama


Indonesia sebagai tim tuan rumah mendapatkan kesempatan untuk mengawali pertandingan lebih dulu, namun tim tamu Korea Selatan langsung melakukan tekanan agar tim tuan rumah tak nyaman memainkan bola meski di daerah sendiri. Kedua tim pun kali ini menerapkan formasi yang serupa yakni 4-3-3, padahal Korsel di dua laga sebelumnya memainkan formasi 4-4-2.

Serangan Indonesia banyak tertuju ke sektor kiri yang dihuni oleh Ilham Udin Armaiyn, Ilham yang mengandalkan kecepatannya kerap dimanjakan oleh terobosan dari lini tengah Garuda Jaya. Peluang pertama Indonesia pun didapat pada menit ke-10 lewat determinasi Ilham Udin yang berlari lebih cepat dari pemain bertahan Korsel, namun Ilham tak bisa mengambil keputusan tepat sehingga penjaga Lee Taehui mudah mengatasi sepakan Ilham.

Sedangkan Korsel nyaris saja unggul lebih dulu lewat Hwang Hee-Chan di menit ke-15, beruntung sepakannya tak mengarah ke gawang meski sempat menimbulkan kemelut di depan gawang Ravi Murdianto. Korsel kerap aktif lewat kombinasi Kim Shin, Hwang Hee-Chan dan Choi Jaehun, bahkan tim tuan rumah sempat tertekan meski sesaat.

Gol pertama pun datang bagi tim tuan rumah di menit ke-29, Ilham Udin yang mampu memperdaya bek Korsel bisa mengirimkan umpan datar ke mulut gawang Korsel dan langsung disambut oleh sang kapten Evan Dimas. Sayangnya keunggulan Indonesia tak berlangsung lama, menit ke-31 Korsel mendapatkan pinalti usai Hansamu Yama melakukan sliding berbahaya di kotak terlarang atas Lee Gwanghyeok, Seol Taesu pun bisa memperdaya Ravi Murdianto dengan mudah. 1-1 pertadingan memanas.

Menit ke-38 Indonesia nyaris saja unggul, namun sayangtendangan terbang Muchlis Hadi memanfaatkan umpan Evan Dimas masih melambung di atas mistar.

Karena hujan yang sangat deras dan kondisi lapangan yang menjadi tak kondusif akhirnya wasit Amirul Izwan menghentikan babak pertama di menit ke-42.

Setelah laga dihentikan selama kurang lebih 20 menit, pertandingan kembali dilanjutkan, kedua tim pun tampak lebih bersemangat setelah rehat sejenak, di menit ke-45 Hargianto melesakan sepakan jarak jauh yang hampir saja menghasilkan gol, namun bola yang membentur mistar gawang nampaknya tak melewati garis gawang. Maka babak pertama ditutup dengan skor imbang 1-1.

Babak Kedua

Tim Garuda Jaya tampak lebih apik di awal babak kedua, terlihat kali ini Maldini yang dominan mengacak-acak pertahanan dari Korsel. Indra Sjafri mungkin telah membaca bagaimana membuat bek-bek Korsel kelimpungan.

Hasilnya di menit ke-49, Maldini dengan cerdas melewati dua pemain bertahan Korsel dan mengirim umpan silang yang cukup mengecoh, sang kapten Evan Dimas yang datang langsung menyambar bola dan berhasil memperdaya kiper pengganti Korsel Lee Seongwon, 2-1 bagi Indonesia!

Pada menit ke-67 tendangan jarak jauh Kim Jeongmin ditinju Ravi Murdianto, meski harus berjibaku dan bertabrakan. Indonesia menunjukan semngat juang tinggi baik dalam bertahan maupun menyerang. Lalu pada menit ke-72 Dalam sebuah kemelut di kotak penalti, Kim Shin melepaskan tendangan keras, namun menyamping di sisi kanan.

Laga berjalan seru dan menghibur, kombinasi Indonesia dalam penyerangan sangat menyulitkan pertahanan Korsel, sang arsitek Kim Sang Ho pun tak bisa tenang di pinggir lapangan melihat anak asuhnya sering tertekan lewat kombinasi Muchlis Hadi, Evan Dimas, dan Maldini.

Di menit ke-84 Korsel lagi-lagi membombardir Ravi Murdianto, namun sang kiper andalan Indonesia U-19 ini sigap menahan gempuran para pemuda negeri ginseng. Indonesia lagi-lagi mencetak angka, dan lagi-lagi sang kapten, Evan Dimas yang mencatatkan namanya di papan skor, ia mencetak hat-trick!

Pemain yang dianggap sebagai kartu truf, Yabes Roni akhirnya turun menggantikan Maldini yang bermain mengesankan selama babak kedua. Namun tak lama kemudian Korsel mencetak gol kedua mereka lewat sundulan kepala memanfaatkan kelengahan Indonesia.

Waktu tambahan empat menit permainan pun semakin ngotot dari Korsel, permainan keras cenderung terjadi, Evan Dimas sempat terkapar dan membutuhkan perawatan medis, Evan pun ditarik keluar digantikan Dio Permana.

Peluit akhir dibunyikan, Indra Sjafri dan Garuda Jaya membuktikan diri dengan mengalahkan Korsel 3-2. Myanmar 2014 menanti.

Susunan Pemain


KORSEL: Taehui (42' Lee Seongwon); Mingyu, Seunggyeom (C), Jeongmin, Kiwook; Hee-Chan, Taesu, Jaehun; Gwanghyeok, Shin, Jehyeok.

INDONESIA: Ravi; P Gede, Fatchu Rochman, Sahrul, Hansamu; Evan Dimas (C) (90' Dio Permana), Hargianto, Zulfiandi (83' Gunawan); Maldini (88' Yabes), Muchlis, Ilham.



Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait