thumbnail Halo,

Untuk mengatasi masalah dualisme. Arema IPL akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUSLB), Kamis (27/12).


LIPUTAN  AHSANI TAKWIM     DARI  MALANG    
Arema IPL tampaknya akrab dengan masalah. Usai awal tahun lalu sempat mendapat banyak penonton, hingga akhirnya terjadi dualisme. Kini di awal musim 2013, ada dua tim Arema IPL yang sama-sama mendaftarkan diri di kompetisi Indonesian Premier League.

Arema yang pertama adalah CEO Nur Salam dengan general manager Abriadi dan sekretaris tim Rizky Dachlan. Sementara Arema IPL yang kedua dengan direktur Winarso, manajer Haris Fambudy, dan sekretaris Junus Lakburlawal.

Sebuah hal yang unik yang jika terjadi praktis akan terjadi perebutan 'kekuasaan' Stadion Gajayana seperti yang terjadi beberapa bulan lalu. Saat itu tim Arema IPL terbagi menjadi dua dan menyisakan tim yang pernah dimanajeri Haris Fambudy serta sisa-sisa pemain Arema IPL yang masih bertahan. Sisa tim ini akhirnya gagal menuntaskan misi menjuarai IPL dan tersangkut di posisi ketiga di bawah Semen Padang dan Persebaya.

Dari olahan berbagai sumber, awal masalah dari Arema IPL berawal tahun lalu ketika Ancora mengatasnamakan saham PT Arema Indonesia kepada Winarso. Namun, di tengah perjalanan ketika Arema IPL terbelit masalah, Winarso digantikan oleh Fanda Soesilo. Dan, menghadapi musim 2013, Fanda Soesilo digantikan oleh Nursalam Tabussala.

Winarso yang masih merasa punya 'kuasa' kemudian musim ini menghimpun orang-orang yang musim lalu disingkirkan oleh Fanda Soesilo, termasuk manajer Haris Fambudy dan Noor Ramadhan.

Di sisi lain, manajemen Arema di Jalan Jakarta 47 sudah bekerja termasuk membentuk tim dengan persetujuan dari Ancora. Mereka melakukan negoisasi kontrak lanjutan dengan 16 pemain lama dan seleksi 11 pemain baru, seperti Dejan Antonic dan Noh Alamshah. Termasuk juga mendaftarkan tim ke PT LPIS.

Uniknya, Winarso cs yang tidak punya susunan tim nekat mendaftarkan diri ke PT Liga Prima Sportindo dengan alamat sekretariat klub di Lembah Tidar Kavling 1 Malang, tempat Sam Ikul, sesepuh Arema, bernaung.

Tidak banyak diketahui dari persiapan tim yang digelar Winarso cs. Mereka melakukannya secara diam-diam, termasuk mengagendakan TC yang rencananya digelar di Bali.

Menampik isu dualisme. Arema IPL berencana melakukan RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa). Dalam kegiatan yang undangannya disebar terbuka di media massa itu akan diadakan penyelesaian masalah yang terjadi termasuk dualisme ini.

"Tidak benar jika Arema [IPL] ada dua. Arema yang saat ini dilatih Dejan dengan susunan pengurus lama dan berkantor di Jalan Jakarta sudah melakukan persiapan. Kami juga sudah menyusun TC di Bali, Singapura dan Malaysia," kata Abriadi kepada GOAL.com Indonesia.

Sementara itu, GOAL.com Indonesia mencoba melakukan verifikasi kepada Widjajanto dari PT LPIS. Ia mengatakan, memang ada dua Arema IPL yang mendaftar, namun pengelola kompetisi tidak melakukan toleransi.

"LPIS tidak akan menolerir. Sejauh ini kami hanya berpatokan pada proses akuisisi oleh investor Ancora ke PT Arema Indonesia." kata Widja. (gk-48)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait