thumbnail Halo,
Warga Jombang Siap Bantu Bima Ragil

Warga Jombang Siap Bantu Bima Ragil

Antara

Sugiharto menyatakan pihaknya siap membantu dengan melakukan penggalangan koin untuk Bima.


LIPUTAN  HAMZAH ARFAH     DARI  SURABAYA    
Keputusan PSSI Jombang dalam menerapkan biaya sebesar Rp100 juta kepada Persebaya yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL), untuk mengalihkan status mantan punggawa Timnas Indonesia U-22 Bima Ragil dari amatir ke jenjang profesional, mengundang reaksi warga Jombang, tempat kelahiran sang pemain.

Kini, mayoritas warga Jombang siap menggalang koin, untuk membantu kelancaran kepindahan pemain dengan nama lengkap Bima Ragil Satriya Rakasiwi tersebut ke Persebaya IPL. Pasalnya, hingga saat ini PSSI Jombang belum juga mengeluarkan surat kepada Bima, jika Persebaya belum setor uang pembinaan sebesar Rp100 juta.

"Jika memang Bima harus membayar sendiri Rp100 juta itu, kita siap membantunya, dengan melakukan penggalangan koin untuk Bima. Ini demi prestasi pemain sepakbola asal Jombang," ungkap salah satu wasit nasional yang juga berasal dari Jombang Sugiharto, kepada GOAL.com Indonesia.

Ia lantas menjelaskan, bila saat ini Bima adalah pemain yang bisa dijadikan ikon bagi persepakbolaan Jombang. Sebab, dia adalah satu-satunya pemain Jombang yang bergabung di dalam skuat timnas. Secara tidak langsung, hal itu bisa memotivasi para pemain sepakbola lain dari Jombang, agar serius dalam menjalani latihan dan bisa mengekor kesuksesan Bima.

Bima sendiri awalnya belajar menendang bola dari klub kecil di Jombang, Perseker Kertorejo Ngoro. Ia kemudian berpindah ke SKB Gudo, Putra Utama Gudo, Perseba Banjardowo hingga akhinya bisa membela PSID Jombang. Di nama klub terakhir itu, Bima mendapat kesempatan membela tim Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Timur dan Timnas Indonesia U-22.

“Makanya, jika ingin sepakbola Jombang terus bangkit, semua pihak harus mendukung kelanjutan karir Bima," jelas Sugiharto.

Karena bila yang terjadi sebaliknya, anak-anak lain di Jombang yang kini sedang serius meniti karier di dunia sepakbola, justru bisa patah arang dan enggan menjalani pembinaan, sekaligus mewujudkan mimpinya karena takut berakhir seperti kasus Bima tersebut.

“Kasus Bima ini bisa dijadikan ukuran, seberapa besar keberpihakan kita pada dunia pembinaan sepakbola yang ada di Jombang," imbuhnya.

Jika memang Bima mendapat dukungan dan karirnya terus meroket, lanjut Sugiharto, pembinaan sepakbola Jombang dipastikan bakal kian bergairah. Namun, jika sampai karir Bima macet apalagi dihambat, ia memastikan pembinaan sepakbola di Jombang akan surut dengan sendirinya.

“Dengan kata lain, menyelamatkan Bima sama artinya dengan menyelamatkan sepakbola Kota Santri [julukan bagi Kabupaten Jombang]," papar Sugiharto.

Hal serupa juga disampaikan oleh salah satu pengurus klub HM Tambakberas (klub di internal Kabupaten Jombang), Basuki Abdullah. Ia mengatakan, pihaknya sebagai juara kompetisi internal Divisi Utama Jombang, siap mempelopori penggalangan dana untuk Bima. Bahkan, pihaknya juga siap untuk menggelar pertandingan amal demi mengumpulkan donasi dana untuk Bima.

Seperti diberitakan, hingga saat ini Bima belum mendapat surat alih status dari amatir ke profesional, yang dia ajukan ke PSSI Jombang. Karena PSSI Jombang mematok biaya sebesar Rp100 juta, untuk mengeluarkan surat tersebut. Padahal tanpa surat itu, Bima takkan bisa mendatangani kontrak bersama Persebaya IPL. (gk-43)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait