thumbnail Halo,

Asisten pelatih PSMS mengatakan, timnya mampu mengimbangi permainan lawan.


LIPUTAN  NINA RIALITA     DARI  MEDAN    
Skuat PSMS Medan Divisi Utama PT Liga gagal meraih gelar juara turnamen mini Piala Bupati Aceh Timur 2012. Ini setelah, skuat besutan Suimin Diharja ini kalah dalam adu penalti 7-6 di partai final melawan tuan rumah Persidi yang berlangsung Jumat (7/12) sore, di Stadion Mon IX Sikeurung.

Dalam pertandingan ini, PSMS sempat unggul terlebih dahulu pada menit ke-15 lewat gol Afan Lubis. Kemudian disamakan pada babak kedua oleh pemain Persidi. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal 2 x 45 menit. Pertandingan dilanjutkan dengan adu penalti.

Asisten pelatih PSMS Choli Misrun yang dihubungi GOAL.com Indonesia dari Medan menjelaskan, pertandingan berjalan baik. PSMS, menurutnya, bisa mengimbagi permainan, bahkan gol lainnya tercipta melalui proses tendangan bebas dan Afan Lubis menyambut dengan gol namun dianulir lantaran dianggap off-side.

"PSMS bermain baik, hanya wasitnya saja enggak baik. Gol balasan tim lawan melalui penalti, disebut pemain kita handball, padahal menurut kita enggak ada terjadi handball. Tapi, ya namanya pertandingan ada menang ada kalah, kami enggak permasalahkan. Menang bukan hal yang utama bagi kami di turnamen ini," ujarnya.

PSMS, lanjutnya, sudah memberikan yang terbaik, termasuk dalam delapan penalti yang tiga di antaranya gagal. Tendangan adu penalti dibagi dua tahap. Pertama lima penendang, Afan Lubis, Safrizal Irvandi dan Hardiantono berhasil berbuah gol. Dua lagi, oleh Affandi  dan Agung Prasetyo tidak gol. Hal yang sama dengan tuan rumah, sehingga kedudukan adu penalti 3-3 dan dilanjutkan adu penalti kedua.

Kemudian adu penalti tahap dua, dari tiga penendang PSMS, satu gagal. Penendang dari Persidi, ketiganya gol. Satu tendangan yang gagal dari PSMS adalah dari Herman Batak, sedangkan M Irfan dan Andre Sitepu berhasil gol.

Choli mengungkapkan, timnya bermain baik, termasuk para pemain muda yang diturunkan sejak menit awal. Seperti, Agung Prasetyo, Hardiantono, Andre Sitepu, Aidun Sastra Utami dan Rico Simanjuntak. Dan beberapa lainnya di babak kedua, M Irfan.

"Seperti yang kami targetkan dari awal, PSMS datang punya misi khusus selain memenangkan turnamen ini. Kami ingin pemain muda bisa memiliki jam terbang  lebih banyak, mental lebih baik. Dan mampu menjalankan skema permainan," ungkapnya.

"Kami senang bisa berlaga di partai puncak, anak-anak juga bermain lumayan bagus. Tinggal pemantapan soal siapa saja yang bakal jadi starting line-up di kompetisi resmi. Itu akan kami fokuskan di Medan. Karena, Senin sudah kembali latihan rutin," tuturnya.

Tim, lanjut Choli, balik ke Medan, Jum'at (7/12) pukul 21.00 WIB.

PSMS Imbang Lawan Atjeh FC

Sementara itu, masih dari PSMS Divisi Utama PT Liga, dalam laga uji coba lawan Atjeh FC berakhir imbang 1-1 di Stadion TD Pardede, Binjai, Jumat (7/12) sore.

PSMS sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Sakir Sulaiman hingga akhirnya menyamakan kedudukan lewat Tri Hardiansyah.

Pertandingan terpaksa tidak berjalan normal 2 x 45 menit. Babak pertama berlangsung 40 menit, dan babak kedua hanya 15 menit. Ini terjadi lantaran, miskomunikasi perihal transportasi tim antarkedua ofisial yang menyebabkan tim PSMS Medan terlambat sampai tujuan. Skuat Ayam Kinantan, julukan PSMS, tiba pukul 17.00 WIB.

Pelatih Kepala Atjeh FC Effendi HT mengatakan, ini merupakan uji coba kedua timnya di Medan, sebelumnya melawan Gumarang FC dengan kemenangan 3-1 di lokasi yang sama.

Atjeh FC, lanjutnya, merupakan tim yang dipersiapkan untuk turnamen sepakbola Piala Gubernur Aceh pada 15 Desember mendatang di Stadion Harapan Bangsa.  Skuat Atjeh FC merupakan gabungan beberapa klub di Aceh, seperti Persiraja, PSAP, PSSB dan lainnya.

"Juga pemain dari beberapa daerah seperti Langsa, Banda Aceh. Nanti termasuk akan ada Ismed Sofyan [pemain Persija] yang akan datang tiga hari sebelum hari H. Kemungkinan juga akan ada Bambang Pamungkas [striker Persija]," ujarnya.

Pria yang juga menjabat sebagai asisten pelatih Persiraja di IPL ini menambahkan, turnamen Piala Gubernur Aceh akan diikuti dua klub dari Malaysia (Kelantan FC dan Selangor FC), klub dari Brunai Darussalam, Semen Padang, Makassar United, dan enam klub di Aceh.

Untuk itulah, lanjut mantan pemain Harimau Tapanuli ini, pihaknya ingin mempersiapkan tim dengan baik. Sayangnya, lawan uji coba dengan PSMS membuat timnya kecewa.

"Dari uji coba ini [lawan PSMS], kami belum dapatkan yang kami mau. Karena faktor nonteknis [PSMS telat datang, padahal kami sudah habis biaya di sini]. Kami sudah pemanasan, mereka [PSMS] datang jam lima. Uji coba ini tidak berarti, saya kecewa. Padahal, saya mau ini jadi bekal kami di Gubernur Cup," ungkapnya.

"Saya sudah komunikasi dengan Coli Misrun [asisten pelatih] katanya sudah oke. Tahunya begini telat," bebernya.

Asisten pelatih PSMS Suharto AD yang mendampingi tim lawan Atjeh FC menjelaskan, terjadi miskomunikasi.

"Intinya bukan hanya mereka [Atjeh FC] yang kecewa, kami juga. Anak-anak belum pemanasan langsung tanding. Kami ingin transportasi pulang pergi anak-anak dihandle mereka itu saja, enggak ada minta yang lain. Karena kalau naik sepeda motor dari mess ke lokasi yang lumayan jauh kan kasihan anak-anak. Mereka semua tanggung jawab pelatih, kalau terjadi apa-apa di jalan. Katanya sudah oke, tapi pas mau berangkat rupanya belum. Makanya lama sampai, menunggu semua beres. Jadi sama-sama kecewa," pungkasnya. (gk-38)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait