thumbnail Halo,

Kas Hartadi sangat kecewa dengan hasil yang diperoleh anak asuhnya.


LIPUTAN  HENSYI FITRIANSYAH     DARI  PALEMBANG    
Sriwijaya FC di luar dugaan takluk 1-0 dari PSPS Pekanbaru pada laga Inter Island Cup (IIC) Grup A, Jumat (7/12), di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. Satu gol yang memupus ambisi Sriwijaya FC untuk meraih kemenangan diciptakan Kanote Makan di menit ke-81.

Sriwijaya FC sebenarnya menguasai 90 menit jalannya pertandingan, namun puluhan peluang yang tercipta selalu gagal berbuah gol, baik itu membentur tiang gawang, berhasil dihalau pemain belakang PSPS, ataupun melebar.

Sultan Samma, Fakhrudin maupun Boakay yang diharapkan bisa mencetak gol untuk Sriwijaya FC, hanya menghasilkan beberapa peluang emas, yang gagal berbuah gol. Begitupun pemain seleksi yang diturunkan pada babak kedua, yaitu Hang Sang Min, juga gagal menunjukkan kemampuan terbaik yang dimiliki. Kreasi bola dari belakang ke tengah dari Sriwijaya FC sebenarnya sangat baik, namun ketika bola sudah berada di lini depan, aliran bola langsung terputus oleh lini belakang PSPS yang dijaga Slamet Riyadi, Rohit Chan, Bobi Satria, dan Glen Poulukan.

Dengan kekalahan ini, untuk sementara Sriwijaya FC menghuni dasar klasemen  dengan nilai 0, karena pada pertandingan sebelumnya, Persija bermain imbang 1-1 dengan Persita Tangerang.

Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi sangat kecewa dengan hasil yang diperoleh anak asuhnya. Namun, ia akan segera membenahi timnya agar bisa meraih kemenangan pada dua laga berikutnya, menghadapi Persija Jakarta dan Persita Tangerang.

“Kita hari ini sangat tidak beruntung, banyak sekali peluang yang dihasilkan gagal menjadi gol. Kita menguasai jalannya pertandingan, namun buruknya penyelesaian akhir membuat kita gagal menciptakan gol,” ujar Kas.

Dikatakan Kas, ini bukan harinya Sriwijaya FC dan niat menjadikan kemenangan dari PSPS sebagai kado ulang tahunnya juga gagal terwujud.

”Tapi kita masih ada peluang untuk lolos, asalkan bisa mengalahkan Persija dan Persita. Mudah-mudahan kemenangan  bisa kita raih pada dua laga selanjutnya,” kata Kas.

Dikatakannya, kelemahan Sriwijaya FC paling mendasar yang akan dibenahinya adalah masalah finishing touch. Jika finishing touch baik, maka gol demi gol bisa diciptakan Sriwijaya FC.    

Pelatih PSPS Mundari Karya mengatakan, kemenangan dari Sriwijaya FC merupakan kejutan baginya. Bayangkan dengan skuat tim yang baru dua hari berkumpul, PSPS bisa mengalahkan juara bertahan ISL, Sriwijaya FC.

“Kita masih melakukan seleksi pemain, dan juga baru berkumpul dua hari. Organisasi permainan juga belum solid. Kami terus ditekan oleh Sriwijaya FC, namun motivasi yang tinggi dari para pemain, membuat kami bisa meraih kemenangan,” kata Mundari.

Dikatakan Mundari, para pemain PSPS masih dalam tahap seleksi, jadi semua pemain termotivasi menampilkan kemampuan terbaik, agar bisa direkrut. Mental pemain menjadi lebih tinggi karena tidak ingin dicoret dari skuat tim.

Kemenangan atas Sriwijaya FC membuka peluang PSPS untuk melaju ke babak selanjutnya, namun Mundari belum mau mengomentari peluang timnya untuk lolos ke semifinal.

"Sekali lagi, IIC kami jadikan sebagai ajang seleksi, jadi tidak ada target di sini,” katanya. (gk-42)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait