thumbnail Halo,

Yohana mengakui, tidak mudah menakhodai PSMS Medan dalam situasi sulit.

Kepengurusan PSMS Medan versi ketua umum Benny Sihotang resmi menetapkan Yohana Pardede sebagai manajer musim 2012/13.

Ini diumumkan ke publik beserta kedatangan anak sulung mantan gubernur Sumatera Utara, Rudolf Pardede tersebut ke sekretariat PSMS, kompleks Kebun Bunga, Senin petang (12/11). Proses ini sejatinya terbilang sangat lamban dan tertunda dua kali. Jadwal perdana, pengenalan manajer perempuan pertama di PSMS ini harusnya dilakukan Sabtu pekan lalu, batal dan diagenda ulang Senin pagi, tapi gagal lagi hingga Senin menjelang magrib terlaksana.

Yohana datang dengan mengenakan busana merah dan masker di wajah. Yohana mengaku tidak dalam keadaan fit, hingga harus telat datang ke Kebun Bunga. "Maaf saya telat, saya sedang sakit," ujarnya didampingi ketua umum, Benny Sihotang, saat konferensi pers.

Perempuan berusia 42 tahun ini mengaku dirinya bersedia jadi manajer PSMS karena kecintaannya dengan sepakbola, meski klub sedang dualisme. Dia tak ingin sikapnya ini dikaitkan dengan politik. Yohana saat ini memang sedang menggeluti bidang politik di partai Gerindra.

"Secara logika memang aneh melihat ada klub dengan nama sama tapi dua tim di satu daerah. Tapi kalau PSSI bisa menyatukan tentu lebih baik. Dan PSMS satu akan lebih besar. Saya ingin PSMS di bawah Pak Benny [Sihotang] PSMS tidak jadi sia-sia. Jadi tolong jangan dikaitkan dengan politik. Bola adalah bola, politik adalah politik, itu urusan masing-masing. Di bola, kita harus satu," ujarnya.

Yohana paham tak mudah menakhodai Ayam Kinantan, julukan PSMS Medan dalam situasi sulit. Tapi, dia punya keyakinan semua bisa diatasi jika mampu bekerja sama.

"Kunci keberhasilan adalah kebersamaan. Uang bukan segalanya. Saya sebagai manajer tidak mungkin kerja sendiri, kita harus mengerti itu. Saya lihat potensi-potensi di kepengurusan Pak Benny, bahwa kalau semua mau kerja sama tidak akan ada masalah," tuturnya.

"Permintaan Pak Benny saya siap [jadi manajer], kita main, kita siap. Dan harus diingat, PSMS bukan punya Yohana, semua pengurus harus bahu-membahu," tegasnya.

Sementara itu, Benny Sihotang menambahkan, sebelum muncul nama Yohana, pihaknya sudah punya beberapa nama. Namun, dari beberapa rapat pengurus akhirnya mengecurut nama Yohana Pardede, itulah mengapa pihaknya lama menentukan manajer, di saat pemain sudah beberapa ada diberi tanda jadi.

"Ibu Yohana sudah lebih dahulu memberikan hatinya kepada PSMS, walau tidak masuk dalam struktur kepengurusan. Kami yakin beliau bisa merangkul serta mensinergikan pemain dan pelatih juga ke kami para pengurus. Melihat potensi serta melihat apa yang dilakukan beliau dan keluarganya di masa lalu, kami berpendapat beliau orang yang tepat," bebernya.

Peran manajer, lanjutnya bukan cari sponsor tapi kalau manajer bisa mencari sponsor kenapa tidak.

"Saya dan pengurus sedang menjajaki sponsor. Karena dualisme dikatakan susah menggaet sponsor iya. Tapi sponsor bisa masuk sejauh mana kita ditrack yang benar," ungkapnya.

Selepas mendapuk manajer, kata dirut PD Pasar Pemko Medan ini pihaknya akan mencari wakil manajer, sekretaris tim dan lainnya.

"Perangkat tim sudah harus terbentuk, latihan perdana minggu ini harus dilaksanakan di Kebun Bunga, karena basecamp PSMS," ucapnya.

Wakil Ketua, Julius Raja menambahkan, akan ada dua atau tiga orang wakil manajer.

"Paling enggak manajer tidak boleh menyusahkan tim, jadi jangan pula istilah manajer beli minuman mineral pun payah. Yohana sosok yang tepat, dimulai dari orang tua, opung [kakek], tidak asing juga dengan klub Hartap [Harimau Tapanuli]," pungkasnya. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait