thumbnail Halo,

Persikmania, sebutan suporter dengan beratribut warna ungu itu juga menilai, keuangan Persik sampai saat ini masih kurang transparan.

Badai finansial yang melanda Persik Kediri, memang sangat berimbas pada kelangsungan tim. Konsorsium kompetisi, dalam hal ini PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) menyarankan agar Persik melakukan audit keuangan terkait hal itu. Sebuah usulan yang langsung direspon positif oleh Persikmania, para suporter setia Persik Kediri.

Suporter pendukung Persik mendukung, keinginan pihak konsorsium supaya keuangan tim berjuluk Macan Putih tersebut diaudit. Persikmania, sebutan suporter dengan beratribut warna ungu itu juga menilai, keuangan Persik sampai saat ini masih kurang transparan.

"Kami sangat setuju sekali, jika keuangan Persik diaudit. Selama ini, laporan keuangan Persik memang kurang transparan. Kami sendiri melihat demikian," ujar Sekretaris Gerakan Cinta Persik (GCP) dan juga salah satu koordinator wilayah (Korwil) Persikmania Kota Kediri Devan, kepada GOAL.com Indonesia.

Kendati transparansi pengelolaan keuangan Persik bukan kewenangan dari Persikmania. Tapi GCP berharap, jajaran manajemen bisa mengelola keuangan dengan baik, dan bisa dipertanggung jawabkan. Terlebih, karena dana itu berasal dari berbagai sumber, maka perlu untuk diperlihatkan dan dikelola secara hati-hati.

GCP berharap, persoalan keuangan yang membelit tim juara pada tahun 2003 itu, bisa segera terselesaikan. GCP juga akan ikut memikirkan langkah strategis, untuk membantu kesulitan yang sedang dihadapi oleh pihak manajemen. Sehingga, nama Persik tidak akan luntur di jagad kompetisi sepakbola Indonesia.

"Kami sangat prihatin sekali dengan kondisi yang terjadi saat ini. Persik yang sudah memiliki nama besar, dan nama itu diperoleh dari upaya yang sangat keras, tetapi sekarang malah terpuruk. Kami segenap keluarga Persikmania dari Korwil GCP, menginginkan Persik tetap berjaya," pinta Devan.

Para suporter fanatik Persik juga mempertanyakan, kelanjutan tim Macan Putih dalam kiprahnya di jagad kompetisi sepakbola Indonesia. Persikmania tidak ingin, nama besar Persik akan tenggelam begitu saja, akibat persoalan finansial tersebut.

"Bagaimana sebenarnya kelanjutan Persik Kediri? Kita ingin tahu, apakah Persik tetap mengikuti kompetisi sepakbola atau tidak?" koar Ketua Forum Komunikasi Suporter Persik (FKSP) M. Hanif.

FKSP, sebagai induk dari seluruh koordinator wilayah (Korwil) Persikmania di seluruh penjuru Kediri dan sekitarnya, sering bertanya kepada jajaran manajemen. Tetapi, mereka belum mendapatkan kejelasan. Persikmania sangat menyesal apabila Persik harus absen di kompetisi, dan lama-kelamaan hanya akan menjadi kenangan.

Mengenai ketakutan dari Persikmania, asisten manajer Persik Kediri Arya Wisnuadhi mengatakan, tengah berupaya menyelesaikan persoalan keuangan, yang selama ini menjadi ganjalan Persik. Arya berharap, pihak konsorsium berkomitmen terhadap janjinya untuk segera melunasi kekurangan dana yang belum terbayarkan antara Rp2-3 miliar, kepada pihaknya.

Selain itu, manajemen Persik juga sudah siap apabila keuangan mereka dilakukan audit. Manajemen akan terus melakukan koordinasi secara intensif dengan pihak konsorsium, yang menjanjikan dana. Sebab, saat ini Persik memiliki tunggakan keuangan dari kompetisi musim sebelumnya mencapai Rp2 miliar lebih. (gk-43)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait