thumbnail Halo,

PSMS versi Indra Sakti semakin serius dengan ancaman menggunggat PSMS versi Benny Sihotang melalui jalur hukum.

Ketua umum PSMS versi Benny Sihotang akan mempertahankan 40 persen sosok dari pengurus lama. Dan, akan membawa 60 persen figur baru dalam kepengurusan. Dia menjelaskan, 40 persen orang lama, dibutuhkan untuk membantu 60 persen orang-orang baru.

"Kami masih butuh 40 persen pengurus lama, karena kami ini orang-orang baru kurang paham. Misalnya, hubungan dengan Jakarta [operator liga, PSSI dan KPSI]. Kami harus akui, teman-teman ini [pengurus lama] yang akan membawa ke Jakarta. Tapi, bukan keputusan final ada di tangan mereka, yang kami ciptakan semua pengurus sinergi," ujarnya kepada GOAL.com Indonesia.

Menurutnya, kepengurusan dan manajemen PSMS lama yang dipakai dari musim lalu tidak terlibat langsung dengan tim. Dia meredakan pertanyaan perihal bakal dipertahankannya sosok-sosok lama yang dinilai gagal membawa tim.

"Saya tidak tahu kepengurusan lama dan saya tidak mau tahu. Hanya memang manajemennya gagal. Itu terjadi karena manajemennya tidak mau turun ke bawah. Nanti, orang akan terkejut, ketika saya umumkan pengurus baru. 60 persen wajah baru, orang-orang profesional dalam hal tertentu," tuturnya.

Dengan komposisi tersebut, direktur utama (dirut) perusahaan daerah (PD) pasar ini akan menambah beberapa jabatan baru, terutama memperbanyak posisi ketua harian dan  bidang.  

"Sebagian besar pengurus bekerja di tempat lain. Kondisi ini membuat perhatiannya tidak bisa penuh. Seperti saya, ketika saya tidak bisa, saya bisa meminta yang lain untuk menggantikan. Karena pengurus tidak digaji, intinya keikhlasan yang dituntut. Bukan pengurus hanya ada nama,” ucapnya.
 
Tentang sosok bakal manajer PSMS, dia masih enggan menyebut nama. Namun, Benny memastikan butuh figur yang ikhlas dan rela dalam bekerja. Baik itu secara moril dan materil.

"Kalau berduit, itu pasti. Ini yang sedang saya minta ke teman-teman di luar Medan untuk bergabung. Tinggal nanti kami umumkan. Akan ada kejutan, banyak orang-orang  yang di luar  bola yang kita kenal," paparnya.

"Semua pengurus akan membuat buat fakta integritas. Orang jangan terlalu khawatir integritas akan saya umumkan. Kita juga harus melihat keterbatasan anggaran. Kami akan membuat, sedemkian rupa kami tidak mau seperti era yang lama, ada pemainyang tidak dibayar," tegasnya.

Sedangkan, pascaketegasan sikap dalam memutuskan kompetisi PSMS musim depan di bawah PSSI/LPIS usai terpilih sebagai ketum di Hotel Santika Minggu lalu, Benny mulai melunak.  Dia meyakinkan belum bisa menentukan arah kompetisi secara organisasi, karena masih akan merapatkan dengan pengurus lainnya.

"Jadi, kalau saya katakan, ini (kompetisi) adalah keputusan pengurus. Artinya pengurus  bukan hanya saya. Pengurus saat ini belumlah dikukuhkan. Kalau saya pribadi, tetap mau PSSI. Tapi jangan sampai bahasa orang Medan, mentang-mentang saya ketua umum. Jadi penentuan kompetisi ke mana merupakan agenda kerja yang akan diputuskan lewat musyawarah antar pengurus, dan mungkin penentuan tersebut akan dilakukan dalam debat positif,” paparnya.

Hal ini, lanjutnya pengurus yang yang punya pandangan lain akan diberikan kesempatakan untuk mengungkapkan apa alasan memilih KPSI, begitu dengan dirinya yang memilih PSSI. Dia menyebutkan dalam memutuskan arah kompetisi harus menggunakan SWOT, yakni strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (kesempatan) dan threat (ancaman).

"Bahwasanya sepakbola harus tegas, tapi namanya organisasi tidak boleh dikomandoi hanya satu orang melainkan harus bersinergi. Walau saya ketua umum, ada ketua harian dan suara yang lain harus didengar. Jangan sampai one main show karena akan hancur. Kalau kawan-kawan tidak setuju PSMS di bawah kompetisi PSSI, nanti akan dibuka. Saya juga akan beberkan ke pengurus dengan SWOT. Kalau kita di PSSI atau di KPIS, kekuatan dan kelemahannya apa, itu beberkan. Agar kami tidak salah meletakkan PSMS," ungkap pria berusia 42 tahun ini.

PSMS Versi Indra Sakti Gugat Melaui Jalur PTUN

Sementara itu, kepengurusan PSMS versi Indra Sakti semakin serius dengan ancaman menggunggat PSMS versi Benny Sihotang melalui jalur hukum, yakni  gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Ini terjadi setelah banyak suara dukungan klub-klub anggota PSMS ganda yang mendukung hasil Rapat Umum Luar Biasa (RULB) memilih ketua umum Indra Sakti dan Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) memilih Benny Sihotang.

“Kami sudah mengambil kesimpulan untuk mencoba ke PTUN-kan ini. Dengan catatan, hasilnya nanti  jika mereka [PSMS versi Benny Sihotang] benar kita harus bubar. Tapi kalau kami  benar mereka yang harus bubar. Tidak ada dua PSMS. Kita akan buktikan ini di pengadilan. Kalau memang mau membesarkan PSMS ayo jumpa di pengadilan,” ujar Martius Latuperissa, Sekum Pengurus PSMS versi ketua umum Indra Sakti.

“Sejak awal dari RULB Hotel Candi kita sepakat PSMS hanya satu. Tapi di luar itu ada yang buat PSMS juga. Jadi harus dilawan. Ini seperti Persija yang mengajukan ke pengadilan. Dan kami sudah konsultasi ke mereka. Juga klub-klub yang juga mendaftar di RALB itu tanpa sepengetahuan pengurus klub juga akan dilaporkan,” tegasnya.

Dia menjelaskan, materi laporan adalah 13 klub yang sebelumnya menyatakan keberatan karena namanya dikloning dan merasa tidak pernah mengirimkan utusannya ke Hotel Santika. Juga didukung pernyataan baru 27 klub yang dinyatakan di atas kertas materai.

Klub-klub tersebut adalah Darma Putra, PS Telkom, PS Putra Buana, PSmMedan Putra, PS PO Polisi, PSK USU, PS Indian Football, PS Angkasa, PS Pratama, PS Perisai, PS Linud Jaya, PS Mesran Prima.

“Secepatnya Senin sudah masuk laporan. Kami juga akan menyiapkan kuasa hukum yang terbaik,” katanya. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait