thumbnail Halo,

Nil Maizar meminta jangan menyebut pemain-pemainya juga tak berkualitas.

Pelatih timnas senior Indonesia Nil Maizar tidak menunjukkan reaksi berlebihan, bahkan cenderung menanggapi dingin, ketika makin banyak komentar-komentar miring yang dialamatkan kepadanya. Khususnya tentang hal yang meragukan kualitas dan kelayakannya sebagai pelatih tim "Merah Putih".

Mantan pelatih Semen Padang itu menyebutkan, silahkan orang-orang yang tak suka padanya menilainya sebagai pelatih tak berkualitas. Karena baginya saat ini yang terpenting adalah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelatih timnas.

Dia hanya mempertanyakan alasan mengapa orang-orang bisa menilainya tak berkualitas, tanpa mengetahui bagaimana kondisi sesungguhnya dia bekerja. Dia meminta jangan terlalu gampang menghakimi kemampuan seorang pelatih disaat kondisi sepakbola Indonesia yang disebutnya tidak normal seperti sekarang.

"Dengan segala hormat kepada semua sejawat saya sesama pelatih, siapa pun pelatih timnas saat ini, dengan segala keterbatasan pemain dan bekerja dalam kondisi tak nyaman, tidak akan bisa berbuat maksimal menciptakan timnas yang ideal seperti yang diharapkan publik. Hal terbaik yang bisa saya lakukan adalah membuat pemain tetap bersemangat dan bangga membela timnas mereka. Saya bisa dan sudah lakukan itu," katanya.

Selain itu, walau tak mempermasalahkan dirinya dicap tak berkualitas sebagai pelatih, tapi dia meminta jangan menyebut pemain-pemainya juga tak berkualitas. Karena para pemain itulah  yang berjuang di lapangan. Sementara pelatih tugasnya mengarahkan mereka bermain, menyiapkan strategi, dan memberikan motivasi.



"Terserah mereka menilai saya pelatih tak berkualitas, tapi jangan sebut pemain saya tak berkualitas. Kasihan mereka, telah berjuang dan memeras keringat di lapangan demi negara ini, tolong hargai itu," tegas lelaki 42 tahun itu kepada GOAL.com Indonesia, Jumat (6/10) pagi.

Menurutnya, sangat tidak pantas kalau mengatakan seorang pemain yang telah habis-habisan membela timnas direndahkan. Kurang kualitas apa pemain-pemain seperti Irfan Bachdim, Wahyu Wijiastanto, Samsidar, bahkan pemain veteran seperti Ellie Aiboy. Mereka secara teknis sama berkualitasnya dengan pemain-pemain terbaik negeri ini, termasuk yang bermain di kompetisi ISL. Yang membedakan cuma mau atau tidak mereka datang ke timnas.

Padahal, pada prinsipnya Nil mengaku tak membeda-bedakan pemain, tak melihat kompetisi atau klub mereka bermain.

"Saya malah berharap, kalau mereka semua putra-putra terbaik bangsa di olahraga ini, bisa  bersama-sama membesarkan timnas. Jangan halangi lagi mereka membela negaranya," kata pelatih berlisensi A AFC ini.



Walau dihantam kiri kanan, dihujat, dan diragukan kemampuannya, Nil bertekad untuk terus bekerja semaksimal mungkin mempersiapkan timnas untuk Piala AFF 2012 nanti. Baginya ini adalah tugas dan tanggungjawab yang harus dituntaskan, sebagai pertanggungjawaban kepada bangsa ini.

"Saya datang ke timnas hanya bermodal keikhlasan, memenuhi kewajiban sebagai warga negara  ketika negara membutuhkan tenaga saya. Saya tidak meminta-minta, apalagi mengemis untuk jadi pelatih timnas. Saya tinggalkan Semen Padang yang sedang berada di puncak prestasi, demi timnas," ucap lelaki berada di peringkat sepuluh besar dalam coaching clinic yang digelar Federasi Sepakbola Jerman beberapa bulan lalu itu. (gk-33)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.


Terkait