thumbnail Halo,

Sponsor akan bersikap menunggu atau mundur teratur.

Masih adanya dua liga di musim depan sangat tak menguntungkan secara bisnis.  Sponsor yang diharapkan menjadi urat nadi utama bagi pendanaan klub berkompetisi dipastikan akan mundur teratur. Demikian tanggap CEO Persebaya Gede Widiade terkait dengan hasil putusan Joint Commitee, yakni kompetisi musim depan masih tetap ada dua liga.

"Sangat tak menguntungkan secara bisnis. Sponsor masih tetap enggan masuk," tukas pengusaha properti sukses di Jakarta ini.

"Teman-teman saya yang pengusaha semua nyatakan pilih wait and see," ujarnya.

Sedari awal, arek Suroboyo ini berharap musim depan kompetisi bisa disatukan. Karena itu, dia kerap mengimbau para elite bola di negeri ini lupakan ego masing masing.

"Saya lihat semua argumen yang dipakai untuk kemajuan sepakbola nasional. Kalau tujuannya memang itu, kenapa sulit disatukan?" tanyanya heran.

Sebagai pelaku di lapangan, Gede mengaku hanya bisa berharap apa yang jadi putusan JC dipenuhi semua pihak.

"Sekarang tinggal menguji komitmen bapak bapak itu. Agar bisa terjamin kepastian ke depan. Ini juga penting bagi sponsor yang ingin masuk," jelasnya.

Terkait dengan Persebaya, Gede mengaku secepatnya akan lakukan penyesuaian. Rencana untuk merekrut pemain bintang akan ditinjau lagi.

"Akan kita tinjau lagi. Mana yang terbaik bagi Persebaya ke depan. Yang pasti kita harus proporsional," pungkasnya. (gk-31)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.


Terkait