thumbnail Halo,

Joko mengatakan, pihaknya akan datang ke Medan untuk mengetahui masalah di PSMS secara rinci.

Masalah tunggakan gaji pemain PSMS selama enam bulan segera ditangani PT Liga. Sebagai operator Indonesia Super League (ISL), PT Liga akan memanggil manajemen PSMS bersama tiga klub ISL musim 2011/12  lainnya yang memiliki persoalan yang sama.

CEO PT Liga Joko Driyono mengakui, masih ada bantuan PT Liga untuk PSMS senilai Rp500 juta lagi yang belum diserahkan di putaran kedua. Jumlah itu jauh dari nilai bantuan yang sejatinya Rp1,5 miliar per satu putaran. Joko menegaskan, pihaknya sudah berkali membantu PSMS untuk biaya operasional dan sisanya yang belum diserahkan hanya Rp500 juta lagi.  

"BLI [Badan Liga Indonesia] hanya punya tunggakan sebesar Rp500 juta lagi kepada PSMS ISL. Perlu dipahami, alokasi dana sebesar Rp3 miliar  tersebut [Rp1,5 miliar putaran pertama plus Rp1,5 miliar untuk putaran kedua] sifatnya bantuan bukan dijadikan tumpuan pembayaran operasional klub. Sedari awal skenario BLI, dana Rp3 miliar ini hanya penyokong kecil," ujarnya saat dihubungi GOAL.com Indonesia dari Medan, Jumat (7/9).

Joko mengurai, keliru jika manajemen PSMS memberikan alasan bantuan PT Liga belum turun, sehingga tidak bisa membayar gaji pemain dan ofisialnya di akhir musim. Mengingat, lanjutnya, dana bantuan PT Liga tidaklah bisa dijadikan sumber utama untuk biaya operasional klub satu musim.

"Kami memang punya janji untuk menalangi klub-klub bermasalah dari dana abadi. Mekanismenya adalah mempertanyakan klub-klub lebih dulu. Kalau disetujui akan kami lakukan. Keliru, jika menggantungkan harapan pada kami, seolah-olah sumber masalah itu BLI," tukasnya.

Dengan persoalan yang kini menggurita, Joko mengatakan, sebelum memanggil klub, pihaknya akan datang ke Medan untuk mengetahui masalah di PSMS secara rinci. PT Liga, lanjut Joko, juga akan melakukan hal yang sama kepada ketiga klub bermasalah lainnya. Namun Joko enggan menyebutkan nama tiga klub lain tersebut.

"Yang pasti PSMS, satu klub yang punya tunggakan yang sangat signifikan. Sebelum forum klub, kami akan datang ke Medan dulu," tegasnya.

Tapi, agenda kedatangan PT Liga ke Medan, menurut Joko, tidak hanya akan membahas soal gaji, tapi juga dualisme kepengurusan PSMS yang sudah sampai ke PT Liga. Seperti diketahui, selepas kompetisi usai, forum yang menamakan klub-klub anggota PSMS mengadakan Rapat Umum Luar Biasa (RULB) dan sudah memilih ketua umum baru, Indra Sakti Harahap. Sementara, pengurus harian yang tidak mengakui kepengurusan yang  baru dibentuk itu, masih akan menggelar musyawarah luar biasa akhir September untuk menggantikan ketua umum Rahudman Harahap.

"Sejauh ini, kami sudah menerima laporan dari pengurus atas nama Indra Sakti Harahap dan Sugeng Rahayu. Kami akan lihat bagaimana kondisi real di Medan. Apa sebenarnya yang terjadi? Karena bagaimanapun, nantinya masalah ini tidak hanya tanggung jawab di level manajemen tapi juga pengurus," tuturnya.

Sementara itu, kapten PSMS ISL Sasa Zecevic mengaku senang solusi dari PT Liga sebagai fasilisator dalam masalah gaji pemain. Dia menanti momen ini, di mana PT Liga mau terjun langsung menangani persoalan di tubuh Ayam Kinantan, julukan PSMS.

"Ini bagus untuk PSMS. Karena saat ini ada dua pengurus juga masalah dengan gaji pemain. PT Liga yang paling tepat menangani ini. Sangat baik, karena mereka bisa memulai untuk memperbaiki kondisi klub PSMS dengan memulai sesuatu sepert itu," ujarnya via Blackberry Messanger.

Bek asal Serbia yang masih menetap di  negaranya ini menyebutkan, kondisi faktual di PSMS serba tidak jelas.

"PSMS itu klub yang besar. Tapi banyak hal yang tidak jelas. Dengan nama klub yang cukup disegani di Indonesia, PSMS tidak pantas berada dalam persoalan dan kondisi seperti yang terjadi saat ini," bebernya.

Mantan pemain Persiwa Wamena ini mengungkapkan akan menanti hasil dari langkah yang akan dilakukan PT Liga.

"Jika PSMS kata PT Liga hanya punya Rp500 juta lagi, itu tidak berarti apa-apa buat pemain, karena kami ada 20-an, juga ada beberapa staf. Jadi siapa yang harus membayar? Ada enam bulan gaji yang belum dibayar, juga ada sisa sepuluh persen kontrak untuk pemain. Jadi kalau PT Liga bilang mau membantu memecahkan masalah, kami [pemain] harus tahu apa tahu sebenarnya yang terjadi. Jika PT Liga bilang bantu Rp1,5 miliar di putaran kedua, kenapa tinggal Rp500 juta," tuturnya.

"Saya tidak tahu yang terjadi dengan ini semua. Manajemenlah yang tahu, karena mereka yang selalu berhubungan dengan sponsor dan Liga. Sebagai pemain, kami hanya ingin hak dibayarkan, dan pemain mendapatkan penjelasan. Karena pemain banyak yang kesulitan mendapatkan info soal ini [gaji]," pungkasnya. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait