thumbnail Halo,

Iswanda menuturkan, tidak benar ada restu walikota tentang kepengurusan PSMS yang baru di bawah Indra Sakti.

Konflik dalam kepengurusan PSMS Medan belum menemukan titik terang. Pengurus PSMS Medan tetap tidak mengakui hasil Rapat Umum Luar Biasa (RULB) yang dilaksanakan Forum Klub Anggota PSMS di Hotel Candi dan akan tetap menjalankan mekanisme menggelar musyawarah luar biasa (Muslub) setelah lebaran.

Pengurus PSMS juga memastikan, klaim ketua umum PSMS versi Forum Klub Anggota perihal sudah mendapat restu dari walikota Medan Rahudman Harahap bukanlah menyetujui hasil RULB. Namun, walikota hanya merestui Indra Sakti yang ingin menjadi ketua umum. Indra Sakti sempat bertemu dengan Rahudman, Selasa (1/8), di rumah dinas walikota.

Bendahara umum PSMS Iswanda Nanda Ramli menuturkan, tidak benar ada restu walikota tentang kepengurusan PSMS yang baru di bawah Indra Sakti Harahap. Nanda mengatakan dirinya sudah bertemu langsung dengan Rahudman Harahap, Jumat (3/8) lalu, bersama wakil walikota yang juga mantan ketua umum PSMS Dzulmi Eldin di Masjid Balaikota pukul 12.15 WIB.  

“Setelah bertemu di masjid pukul 12.15 WIB , kemudian salat Jumat. Usai itu, saya diajak menuju ruangan pak waliota. Memang benar Indra Sakti menemui beliau di rumah dinas. Tapi bukan restu menyetujui hasil RULB dan seolah-olah merestui Indra Sakti sebagai ketua umum. Beliau cuma bilang siapa pun yang mau jadi ketua umum silahkan. Apakah itu, Indra Sakti, Freddy Hutabarat atau yang lainnya. Jadi jangan disalahartikan. Saya hanya meluruskan," ujarnya kepada wartawan di Medan.

Pria yang akrab disapa Nanda ini, Rahudman Harahap yang menjadi didapuk jadi ketua umum PSMS usai Dzulmi Eldin mundur, menyadari benar soal peraturan Mendagri yang melarang pejabat publik memimpin klub sepakbola profesional.

“Karena itulah beliau bersedia melepaskan jabatannya kepada sosok mananpun.  Tapi bukan berarti tidak sesuai mekanisme. Beliau bilang adakanlah musyawarah yang benar,"  tegas Nanda menirukan kalimat Rahudman.

Nanda menyebutkan, pengurus PSMS akan segera menyampaikan laporan pertanggung jawaban (LPJ) usai lebaran dalam Muslub tersebut.

"Ini kan bola gantung. Dan dalam musyawarah akan ada LPJ. Pak Rahudman sendiri bersedia datang selaku Wali Kota Medan.  Jadi ia meminta pengurus segera menggelar musyawarah yang sesuai mekanisme," timpalnya.

Nanda menegaskan, tidak ingin ada opini di publik, bahwa seakan-akan pengurus PSMS tidak ingin melepaskan jabatan, sehingga tidak mengakomodir RULB versi forum klub. Termasuk, menolak anggapan pengurus tidak sesuai dengan sosok Indra Sakti Harahap.

"Saya pribadi sendiri siap mundur dari kepengurusan. Ini bukan berarti kami mau mengganjal sosok Indra Sakti. Kami legowo kok, apabila mekanismenya berjalan. Siapa pun jadi ketua. Indra Sakti kalau mau maju silahkan pada musyawarah yang benar nanti. Sekarang ini, banyak yang paham organisasi. Tapi dilanggar. Harusnya, surat untuk RULB bisa disampaikan ke Sekretariat PSMS di Kebun Bunga. Kalau Ketua Umum berhalangan hadir kan ada pengurus lainnya. Bodoh kalau saya paham organisasi tapi membiarkannya,"  tukasnya.

“Opini yang ada sekarang, seolah-olah pengurus lama tidak mau melepaskan  jabatan. Kalau saya sendiri tidak mau lagi di PSMS musim depan. Hanya saja, kalau kami tinggalkan PSMS ini begitu saja tanpa LPJ, apa kata dunia,” tegasnya.

Untuk mempercepat Muslub, Senin (6/8),  Pengurus PSMS akan segera melakukan verifikasi ke klub-klub. Langkah awal adalah mengirimkan surat utuk verifikasi ke klub.

"Senin, kami akan mengirim surat ke klub untuk verifikasi. Kami verifikasi, kemudian akan kembali menyurati klub untuk Muslub di bulan berikutnya,"  lanjut sekretaris umum PSMS, Idris.

Pria yang juga CEO PSMS ISL ini menegaskan soal mekanisme Muslub, agar tidak ada lagi rapat yang dengan mudahnya dilaksanakan.  

"Kalau kami biarkan ini, maka besok akan ada lagi RULB-RULB, makanya kami harus menegaskan soal mekanisme. Kami tidak persoalkan soal Indranya. Ayo mari sama-sama ikuti Muslub. Kalau mereka memang sesuai mekanisme ya silahkan jalan sesuai hasil Muslub. Setelah itu kami siap mundur," ungkapnya.

Idris juga memaparkan, bahwa tidak ada masalah soal Indra Sakti Harahap. Apalagi, kenyataannya, pihaknya sudah lebih dulu berbicara dengan Indra Sakti tentang PSMS, sejak kompetisi masih berjalan. Pengurus PSMS sudah berkomunikasi dengan Indra yang digadang juga menjadi ketua umum saat PSMS melakoni laga tandang melawan Gresik putaran kedua ISL. Indra saat itu sudah diharapkan merapat dengan harapan memberikan bonus untuk Sasa Zecevic dkk jika menang lawan Gresik, namun pertandingan berakhir 2-2.

“Jadi, kami itu sudah duluan berkomunikasi dengan Indra Sakti. Enggak ada masalah kami dengan Indra. Saat ini, kami tetap tidak mengakui adanya kepengurusan lain. Meski katanya mereka sudah menyusun kepengurusan. Kami tetap Muslub, kalau mereka mau ya sesuai mekanisme. Ikuti Muslub, kalau memang hasilnya sama, ya mereka bisa jalan, kami mundur. Saya jujurnya mau saja mundur sekarang. Sudah capek juga. Tapi kalau saya mundur sekarang saya tidak laki-laki,” tegasnya.

Soal ancaman melaporkan ke pihak berwajib, jika ada pengurus PSMS lain yang menggunakan kop surat atau stempel PSMS usai penentukan pengurus PSMS versi forum klub, Idris menjawab santai.

“Seharusnya kami yang melaporkan mereka, bukan kami yang dilaporkan. Ya silahkan saja, asal ingat saja, asset PSMS selama ini bukan punya PSMS tapi punya Pemko,” pungkas mantan manajer PSMS musim 2010/11 ini. (gk-38)


SIAPA TERATAS TAHUN INI?

Terkait