thumbnail Halo,
'Indonesia Harus Belajar Banyak Tentang Pembinaan Usia Dini'

'Indonesia Harus Belajar Banyak Tentang Pembinaan Usia Dini'

Dede

Manajer SSB ISA, Zuchli Imran, berharap Indonesia dapat segera membenahi sistem pembinaan sepakbola usia dini.

Manajer SSB Imran Soccer Academy (ISA), Zuchli Imran, yang baru kembali dari turnamen di Korea Selatan, menilai Indonesia masih harus belajar banyak dari negara-negara lain dalam sektor pembinaan sepakbola usia dini.

Zuchli menilai pembinaan di luar negeri berjalan dengan sangat cepat, bahkan ia melihat bagaimana sepakbola Timor Leste maju pesat dalam turnamen MBC di Busan Korsel, yang juga diikuti perwakilan dari Spanyol dan Brasil tersebut.

"Konsep pembinaan di luar berbeda dengan Indonesia. Mereka sangat perhatian mulai dari konsep awal hingga asrama bagi pemain muda. Makanya kita harus banyak belajar," kata Imran.

"Pembinaan kita saat ini memang baru berjalan. Tapi tim asing jauh lebih cepat begitu juga dengan Timor Leste. Makanya kita harus cepat beradaptasi agar tidak tertinggal."

"Timor Leste saja untuk menghadapi turnamen ini butuh enam bulan. Itupun dilakukan di Korea. Koordinisasi permainannya cukup bagus."

Pada turnamen MBC Busan 2012, SSB ISA berhasil menempati posisi empat dari 11 negara. Bahkan SSB yang berlokasi di Cibubur Jawa Barat tersebut meraih predikat sebagai tim fair play.

Pada babak penyisihan SSB ISA tampil mengejutkan dan berhasil mengimbangi tim dari Brasil dengan skor 1-1. Di laga berikutnya mereka mampu menggulung tim Osaka dan kemudian bermain imbang melawan tim Namhae Korsel.

Namun sayang, di babak semi-final, SSB ISA harus mengakui keunggulan Timor Leste dengan skor yang sangat telak yaitu 4-0.


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait