thumbnail Halo,
Indra Sakti Terpilih Jadi Ketua Umum PSMS

Indra Sakti Terpilih Jadi Ketua Umum PSMS

Nina Rialita

Martius tidak setuju dengan pernyataan Idris yang menyebut rapat ini ilegal.

Rapat Umum Luar Biasa Klub Anggota PSMS berlangsung tanpa ada kendala dan berhasil memilih Indra Sakti Harahap sebagai ketua umum PSMS periodel 2012-2016. Ini dilaksanakan pada Minggu (29/7) di Hotel Candi Medan dan dihadiri 28 klub dari 34 (yang aktif dari 40 klub PSMS).

Ke 28 klub peserta yang hadir terdiri dari  PS Sinar Belawan, PS Telkom, PS Sinar Medan, PS Medan Utara, PS Simphony, PS Sahata, PS Gumarang, PS PO Polisi, PS Perisai Pajak, PS PTPN Wil I, PS PTPN Wil IV, PS Mesran Putra, PS Tirtanadi, PS Tirtanadi Muda, PS Echo 541, PS Medan Putra, PS Bank Sumut, PS Linud Jaya, PS K USU, PS Angkasa, PS Indian Football, PS Dharma Putra, PS Pratama, PS Naga Karimata, PS Putra Buana, PS Volta, PS Kinantan, PS Deli Putra.

Dari 28 klub ini, sebanyak 27 klub memilih Indra Sakti yang memang menjadi calon tunggal.

Rapat ini dimulai pukul 14.51 WIB dengan pimpinan sidang Marthius Latuperissa, yang juga panitia pelaksana dan Ketua Forum Klub PSMS Medan. Dalam sambutannya, dia menyebutkan rapat ini digelar lantaran tiga tahun belakangan ini, pemilik klub tidak punya hak bicara tentang permasalah PSMS. Dan hal ini tidak boleh terjadi lagi.

"Kita semua [klub-klub PSMS] harus bertanggung jawab secara moral untuk menaikkan kembali kejayaan PSMS," ujarnya kepada GOAL.com Indonesia.

Martius menjelaskan tudingan rapat ini ilegal adalah tidak benar. Dia mengungkapkan, sejatinya sejak ketum PSMS yang lama Dzulmi Eldin mengundurkan diri April 2011 lalu, kepengurusan PSMS dianggap tidak ada.

"Kemudian ada pertemuan dengan klub-klub di Grand Aston 2011 lalu, seluruh klub setuju bahwa Rahudman Haharap dicanangkan bukan dipilih sebagai Ketua Umum PSMS. Dipilih, tentu dengan mekanisme seperti ini [rapat anggota dan pemilihan]. Tapi tidak ada mekanisme itu, makanya kami menganggap kepengurusan PSMS tidak ada sejak Dzulmi Eldin mundur. Kemudian, malah Idris jadi sekretaris klub dan jabatan plt ketum. Kami sendiri sudah menjalankan mekanisme rapat ini sesuai aturan. Kami sudah rapat anggota klub 27 April 2012 diikuti 29 klub untuk membahas surat Mendagri perihal pejabat publik jadi ketum klub. Kemudian kami menyurati wali kota Mei 2012 tidak ditanggapi. 17 Juni 2012 kami klub rapat dihadiri 30 klub dan semua sepakat membuat rapat luar biasa, dan kami menyurati lagi walikota juga tidak ada tanggapan. Dan rapat ini dihadiri lebih dari setengah anggota dan itu qorum," bebernya.

"Jadi Idris [sekum klub dan CEO PSMS ISL] jangan beraninya ngomong di media soal legal atau ilegal. Kami mengundang klubnya tapi tidak mau datang. Baiknya itu bicara di rapat. Kalau memang dia mau di tempat yang mana dia merasa nyaman, kami bersedia di mana saja ayo. Dia [Idris] itu rusak masih bertahan, heran saya. Tidak pernah sekalipun ada laporan pertanggungjawaban. Pemain capek-capek main, nangis gajinya bermasalah. Dia bilang jual mobil untuk biaya PSMS. Mana ada itu," tuturnya.

Dari hasil rapat ini, selain memilih Indra Sakti sebagai ketum, juga diputuskan apapun kondisi PSSI setelah pertemuan Join Comittee, PSMS harus tetap satu.  

"Untuk bagaimana format kompetisi, dan jika tetap terjadi dualisme juga di pusat, PSMS harus tetap ikut satu. Mau ikut yang mana nanti akan ditentukan dalam rapat," tegasnya.

Putusan lain adalah membentuk Tim Advokasi. Tim ini nantinya akan mengurai fakta apa saja yang terjadi selama satu musim PSMS 2011/12 dan akan mendesak manajemen membayarkan gaji pemain baik PSMS IPL dan ISL.  Namun hal yang menjadi garis besar perihal gaji adalah, kepengurusan baru tidak akan bertanggung jawab atas segala utang manajemen kepada pemain dan pihak ketiga.

"Kami akan membantu pemain mendesak manajemen melunasi gaji. Kami juga akan mengecek soal utang-utang PSMS ISL yang katanya ada di hotel, rumah sakit, tiket," ungkapnya.

Martius menegaskan ancaman dualisme yang bakal terjadi diminimalisir. Dia menyebutkan akan merangkul pihak-pihak yang kontrak dengan rapat luar biasa ini. "Ya kami rangkullah, kalau tidak mau juga ya rugi kan di mereka juga," lanjutnya.

Dalam rapat ini, undangan dari Ketua KONI Medan dan Ketua Pengprov PSSI Sumut sama sekali tidak hadir dan tidak mengirimkan wakilnya. Soal ini, Martius menjawab santai. "Kami tidak perlu izin pengprov mengadakan ini," tegasnya.

Para  anggota klub juga diberikan kesempatan bicara. Julius Raja dari Klub Perisai sempat melakukan interupsi. Dia menyebutkan runyamnya persoalan yang dialami dalam kepengurusan PSMS juga tak terlepas dari klub-klub PSMS sendiri. Dia dengan gamblang menyebutkan, begitu gampangnya klub-klub mengatakan setuju atas putusan apapun. Ini berlaku saat pertemuan klub-klub di awal kompetisi musim 2011/12, klub-klub hadir atas undangan Idris di Hotel Garuda.  

"Ini karena gampangnya bilang setuju dalam rapat dan perkara pucuk [duit]. Rapat berlangsung di dua hotel berdampingan di Hotel Dhaksina dan Garuda. Klub-klub setuju. Makanya, di rapat ini maunya jangan asal setuju saja apa yang dikatakan pimpinan sidang," ungkapnya.

H Saryono dari PS Kinantan menegaskan agar semua klub yang rapat menggunakan hati nurani untuk menentukan sebenarnya siapa ketum PSMS.

"Kami bangga dan bersyukur masih ada yang peduli dengan PSMS. Saya capek lihat diri saya sendiri dan PSMS. Capek ngurusin PSMS. Hasilnya apa? Perpecahan yang ada dan orang lain yang menikmati. Semoga kita semua bisa memilih ketua yang baik, dan kita bisa menggunakan hati nurani bahwa siapa sebenarnya ketum PSMS," ujarnya pria yang juga sempat masuk dalam manajemen PSMS musim sebelumnya.

Sedangkan, Dollah Unay, mantan pemain PSMS yang didaulat bicara atas nama mantan PSMS, tak bisa menahan air matanya saat mengingat PSMS harus dualisme menjadi PSMS ISL dan IPL.  

"PSMS sudah anjlok. Dulu tidak ada perpecahan, tahun 2011/12 terjadi perpecahan, saya sangat sedih. Prestasi PSMS pun makin anjlok," urainya.

Sementara itu, Indra Sakti usai terpilih tidak mau berkomentar panjang soal status legal atau ilegalnya penyelenggaraan Eapat Umum Luar Biasa Anggota PSMS ini.  

"Saya rasa kondisi problem seperti ini [perdebatan] bisa saja terjadi. Namun, rapat yang diikuti 28 klub sudah qorum, dan saya kira tidak perlu diperdebatkan lagi. Saat ini, baiknya bagaimana PSMS bisa maju dan bersatu. Saat ini, kita semua sama, kita bisa menilai mana yang lebih baik. Semua bisa menilai rapat ini legal. Kalau tidak, mana mungkin saya mau jadi calon ketum umum di rapat ini," ujarnya yang seminggu ke depan akan menyusun formasi kepengurusannya.

Pria yang sempat mencalonkan diri sebagai walikota Medan pada 2010 lalu dari jalur independen berpasangan dengan Delyuzar ini, mengatakan hanya punya satu misi yakni Save PSMS. Dia menyakini tidak gampang mengembalikan kejayaan PSMS dan harus dilakukan secara bertahap.
 "Tahun pertama sasaran saya adalah memberikan ruang lebih kepada pesepakbola klub-klub PSMS dan putra daerah harus diutamakan untuk membela PSMS. Tahun kedua, bisa membawa PSMS ke tingkat regional seluruh Indonesia. Tahun ketiga dan keempat sudah bisa berjalan dan berpikir prestasi dengan tujuan juara. Kalau dapat SDM yang bagus, tentu bisa mempercepat target juara itu," beber alumni Universitas Sumatera Utara  (USU) ini.

Pria yang juga aktif di organisasi KAHMI  ini berharap kejayaan PSMS bisa kembali layaknya masa kecilnya dulu.

"Dan harapan saya, ketika nanti orang bicara Medan, hal kedua yang diingat adalah PSMS," timpalnya.

Disinggung soal kesiapan finansial untuk PSMS musim depan, pria kelahiran 1 Oktober 1970 ini tak mau menjabarkannya. Dia hanya menegaskan akan berusaha melepaskan memori buruk kesulitan membayar gaji pemain beberapa tahun belakangan ini.

"Cara bagaimana soal keuangan untuk PSMS tentu rahasia. Tapi, kalau mau harus dibilang, ya di Medan ini ada dua juta penduduk, PSMS masih sangat menjual. Label yang bisa dibangun dan produk yang bisa dijual. Kami harus bisa menjadikan PSMS milik masyarakat Medan, kalau itu sudah mendarah daging tentu kita tidak akan kekurangan duit, malah akan berlebih. Ya itu masih bahasan komponen kecil," paparnya. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait