thumbnail Halo,

Martius menuding Idris sebagai aktor utama runyamnya persoalan di tubuh PSMS.

Pro kontra yang terus bergulir perihal  musyawarah luar biasa (muslub), tak menggentarkan Forum Klub PSMS Medan untuk tetap jalan. Muslub akan tetap digelar di Hotel Candi, Medan, Minggu (29/7).

Ketua Forum Klub PSMS Medan Martius Latuperissa menjelaskan dalam Muslub, ada dua agenda yang akan dilaksanakan, yakni pemilihan dan penetapan Ketua Umum PSMS Medan dan pembentukan Tim Advokasi. Dia menyebutkan, ini harus dilakukan untuk memperbaiki kondisi klub. Dia mengurai, banyak  penyimpangan yang dilakukan kepengurusan aktif pascapengunduran Dzulmi Eldin dari kursi ketua umum. Muslub ini, lanjutnya akan tetap digelar meski hingga Sabtu sore hanya satu bakal calon yang mendaftar, yaitu Indra Sakti Harahap.

Martius menuding Idris, CEO PSMS ISL, sebagai aktor utama runyamnya persoalan di tubuh PSMS.

"Idris adalah biang keladi semua permasalahan ini. Dia membuat prestasi dan prestise PSMS Medan hancur lebur. Sejak Eldin mengundurkan diri, Idris menunjuk diri sebagai pelaksana tugas (plt) lah, sekretaris umum (sekum) lah. Buktinya, tidak ada berita acara rapat pergantian sekum," kata Martius yang mengklaim masih menjabat sekretaris umum PS Simphony, satu klub pemilik PSMS.

"Idris mengusulkan Walikota Rahudman Harahap sebagai ketum, forum 40 klub memang setuju tapi perlu saya tegaskan muslub pengangkatan Rahudman tidak pernah ada. Ia mempolitisasi semuanya. Termasuk tidak pernah mempertanggungjawabkan uang masuk dan pengeluaran. Karena itulah tim advokasi nantinya akan menyelidiki seluruh kecurangan yang dia lakukan," lanjutnya.

Martius menampik pihaknya menyalahi mekanisme muslub sesuai AD/ART. Pasal 20 yang memaktubkan muslub dapat diadakan atas permintaan sekurang-kurangnya setengah dari jumlah anggota (40 klub) dan secara tertulis selambat-lambatnya dua bulan sebelum pelaksanaan muslub mengemukakan alasan dan penjelasan-penjelasan.

"Kami punya semua salinan datanya. Dua bulan sebelum muslub kami sudah ajukan penjelasan kepada Ketum Rahudman Harahap per tanggal 4 Mei dan 25 Juni lalu. Kedua surat yang diteken 30 klub tidak digubris. Saatnya kami bertindak, apalagi Rahudman sudah tak menjabar secara otomatis berdasarkan permendagri," katanya.

CEO PSMS Medan ISL, Idris yang dihubungi terpisah membalas tudingan Martius dengan santai. Dia malah mempertanyakan kapasitas seorang Martius. "Martius itu siapa? Apa kapasitasnya? Dia hanya mengaku-ngaku pengurus di PS Simphony. Daftar klub-klub di manajemen hanya mengakui Hendra DS sebagai ketua PS Simphony. Karena itu muslub yang mereka adakan punya efek hukum yang tidak ringan," ungkapnya.

Idris menegaskan, periodes kepengurusan PSMS baru habis di tahun 2013, namun sekiranya klub-klub ingin mempercepat pergantian dapat dilakukan dengan lebih dulu menyurati manajemen. Sayangnya, menurut Idris tak ada surat tersebut. "Tidak ada surat yang masuk dari klub sampai saat ini. Karena itu, kami selaku pengurus harian tidak menganggap muslub itu ada. Bahaya dan tetap ilegal. Kan suda saya bilang, kami mendukung siapapun ketua umum PSMS, namun  caranya harus legal," tukasnya.

Kampak FC Harapkan Muslub Sesuai Aturan

Hebohnya pelaksanaan Muslub juga memantik reaksi suporter PSMS. Kesatuan Anak Medan Pecinta Ayam Kinantan (Kampak) FC buka suara soal ini. Mereka mengaku mendukung revolusi PSMS, demi perbaikin tim. Namun, sebuah pergerakan juga harus dilandasi aturan yang tepat. Suporter ini tak ingin niat yang katanya murni demi PSMS, malah berimbas pada konflik baru di PSMS.

Boy Siregar, sekretaris umum Kampak FC, menyebutkan Muslub ini rawan masalah. Lantaran, pelaksanaan tersebut dianggap tidak sesuai dengan AD/RT PSMS, di mana pengajuan rapat luar biasa berasal dari klub-klub anggota PSMS melalui surat kepada pengurus.

“Jika melihat ADRT PSMS, sudah jelas acara yang digelar itu tak sah. Kan masih ada pengurus harian,” ujarnya.

“Seharusnya pengurus harian yang menyelenggarakan musyawarah luar biasa dengan membentuk panitia, tapi itu pun dengan keinginan 40 klub melalui sebuah surat kepada PSMS,” lanjutnya.

Boy menyebutkan, Kampak berharap kepada semua pihak jangan terlalu mudahnya mengatasnamakan PSMS. “Ini yang terjadi, nama PSMS itu menjadi terlalu murah. Padahal selama ini, apa sih kontribusi penyelenggara rapat musyawarah itu? Inilah yang membuat PSMS itu bisa kembali terpecah menjadi tiga bukan dua lagi. Nanti ada lagi orang yang melaksanakan musyawarah. Jangan yang ilegal ini dibiarkan, terlalu bahaya bagi PSMS. Klub ini kebanggaan kita semua, warga Medan. Jadi, pelaksanaan sebuah musyawarah rapat luar biasa harus benar-benar dilandasi kekuatan hukum  dengan legalitas klub,” tegasnya.

Dualisme PSMS musim 2011/12, sejatinya wajib jadi pembelajaran agar menyatukan PSMS dan berpikir atas nama prestasi.

“Prestasi, pembinaan dan hiburan. Itulah sebuah konsep yang harus didukung untuk memajukan PSMS. Bahkan dalam pertemuan dengan Wali Kota Medan lalu, kami sudah mengatakan konsep diatas dan beliau merespon dengan baik,” tukasnya.  (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait