thumbnail Halo,

Forum Klub Pemilik PSMS bakal menggelar Rapat Luar Biasa untuk memilih ketua umum klub yang baru.

Persoalan di tubuh PSMS Medan kian pelik. Belum lagi beres masalah pelunasan gaji pemain, baik PSMS ISL (enam bulan) maupun PSMS IPL (empat bulan), persoalan lain mencuat. Revolusi PSMS yang diusung  Forum Klub Pemilik PSMS yang diketuai Martius Latuperissa untuk perbaikan klub ini musim depan menuai konflik baru.

Pasalnya, forum yang menamakan diri sebagai Forum Klub Pemilik PSMS ini bakal menggelar Rapat Luar Biasa untuk memilih ketua umum PSMS baru dan menggantikan Rahudman Harahap, Minggu (29/7), di Hotel Candi, Medan.

Forum ini diusung beberapa mantan pemain PSMS, sebut saja Nobon Kayamuddin, Juanda dan lainnya. Tak ada yang aneh dari langkah ini, jika demi masa depan klub yang jauh lebih baik.  Apalagi, kepengurusan PSMS Medan yang selama ini dipegang Idris dkk dinilai gagal. Hanya saja, legalitas Rapat Luar Biasa ini dipertanyakan.

Sejauh ini, masa kepengurusan PSMS belum berakhir. Namun, sudah ada proses pendaftaran ketum yang dibuka sejak 26 hingga 28 Juli. Dan, baru satu nama bakal calon ketum PSMS yang melakukan pendaftaran, yakni Indra Sakti Harahap. Indra mengklaim berani 'melamar' karena didukung 30 klub anggota. Sejatinya, Indra Sakti bukan satu-satunya peminat pengisi jabatan ketum PSMS. Ada nama Freddy Hutabarat dan seorang lainnya dari pemuda asal Medan yang masih enggan mencuatkan diri ke publik.

Dari poin Anggaran Dasar (AD)/Anggaran Rumah Tangga (ART) PSMS Medan, disebutkan, rapat bisa digelar atas permintaan lebih dari setengah (1/2) dari jumlah anggota atau ditetapkan pengurus harian PSMS. Rapat anggota Luar biasa dilakukan dengan cara, diusulkan secara tertulis oleh anggota yang mengusulkan selambat-lambatnya 2 (dua) bulan dari waktu yang dikehendaki. Di sini, persetujuan pengurus PSMS adalah yang diketuai Rahudman Harahap dan Sekretaris Umum, Idris. Jika, pengurus tidak bersedia anggota bisa mengusulkan atas persetujuan Pengcab PSSI Medan.

Hanya saja,  ketua Forum Klub Pemilik PSMS Mathius Latuperissa menyebutkan, pihaknya sudah melalui prosedur yang benar dengan izin langsung ke PSSI Pusat dan tidak ke Pengcab PSSI Medan.

“PSMS langsung ke PSSI, tidak melalui pengprov PSSI Sumut dan PSSI Medan. Di PSSI, PSMS punya satu hak suara, sama seperti pengprov PSSI. Kalau klub lain, PSMS sama seperti Persija,” ungkapnya kepada GOAL.com Indonesia, Jumat (27/7).

Latuperissa mengungkapkan, tak masalah jika hanya satu yang mencalonkan diri sebagai ketum. Meski diakuinya, idealnya adalah diisi tiga kandidat.

“Freddy (Hutabarat) yang pertama dijadikan berpeluang untuk maju. Tapi belakangan disebutkan, dia kurang cepat. Kalau idealnya pemilihan ketum itu ada tiga kandidat,” timpalnya.

Sekretaris Forum Pemilik Medan Sugeng Rahayu menambahkan,  rapat ini harus dilakukan, lantaran semakin parahnya kondisi klub.

"Pemilihan ketua umum mendesak dilakukan. Karena, Rahudman Harahap tidak bisa lagi menjabat sebagai ketum PSMS. Ini sesuai surat edaran Mendagri no 800/148/SJ tentang pejabat publik tidak boleh lagi menjabat lagi di klub sepakbola profesional. Kami sudah dua kali kami menyurati beliau tapi tidak dibalas," ungkapnya.

Pernyataan kontra mulai bermunculan perihal agenda rapat anggota luar biasa yang disebut ilegal. Sekretaris umum PSMS Idris mempertanyakan legalitas rapat tersebut. Ia menuding Rapat anggota Luar Biasa itu tidak diusung 40 klub anggota PSMS. Dia juga menegaskan, tak ada surat yang masuk kepada pengurus.

“Para mantan pemain PSMS tak berhak melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan PSMS. Masih ada kepengurusan yang belum habis periodenya. Kalau hanya ingin mencari sosok Ketum PSMS ya tidak apa-apa. Tapi kalau sebagai pelaksana Rapat Anggota Luar Biasa, menurut saya salah. Masih ada 40 klub dan harus menyurati PSMS untuk menggelar Musdalub itu. Sampai sekarang PSMS belum menerima surat dari klub,” beber pria yang juga menjabat sebagai CEO PSMS ISL  ini.

Idris menduga, jika rapat ini terlaksana, yang ada hanya demi kepentingan semata.

"Dulu ketika PSMS dikelola swasta oleh Sihar Sitorus, klub-klub mendapatkan uang pembinaan sekitar Rp10juta. Kemana uang itu? Saya saja sebagai ketum klub Pos Sindo tidak ada menerima uang itu. Jadi ada kepentingan pribadi semata yang dilakukan oknum di mantan PSMS," tukasnya.

Sebagai sekum Pengurus PSMS, Idris mengimbau kepada 40 klub, supaya tidak menghadiri undangan.

"Saya tidak percaya ada 30 klub anggota PSMS yang memberikan dukungan.  Itu Saya anggap bohong. Pos Sindo saja tidak setuju," tegasnya.

Di tempat terpisah, ketua harian PS Shimpony Hendra DS mengatakan pihaknya tidak menerima undangan dari pihak penyelenggara Rapat Anggota Luar Biasa.

“Tidak ada pemberitahuan kepada kami. Ya untuk apa hadir. Sebenarnya saya tidak masalah kalau memang ada yang mau mengurus PSMS. Silahkan saja. Asalkan memang tujuannya untuk memperbaiki PSMS. Tapi, kalau seperti ini kan prosedurnya salah. Harusnya ada Rapat Anggota Luar biasa itu pengurus yang gelar. Minimal ada permintaan sekali dua kali ke pengurus. Setelah itu baru action. Ini kan tidak ada,” ucapnya.

Hendra mengkhawatirkan, jika rapat tetap dilaksanakan tanpa tata cara yang tepat, maka ancaman dualisme kepengurusan PSMS menjadi ancaman. Sehingga, niat untuk memperbaiki PSMS menjadi bumerang dan terkesan blunder.

“Ya, kalau kondisinya seperti ini, saya khawatir malah ada dua ketua umum PSMS. Kalau ada yang mengurus PSMS harus orang-orang barulah. Ini kan yang mengusulkan itu-itu juga. Apalagi legalitasnya  patut dipertanyakan," pungkas mantan manajer PSMS musim 2009/10 ini. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait